Kemendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Penerima Bedah Rumah

Kemendagri meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan calon penerima BSPS agar bantuan bedah rumah tepat sasaran bagi masyarakat miskin.

oleh Tim NewsDiterbitkan 20 Juli 2026, 15:49 WIB
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah.

Langkah itu dinilai penting agar bantuan tepat sasaran kepada masyarakat miskin yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan Pemda memiliki peran penting dalam memastikan kuota bantuan dapat terserap sesuai target.

"Oleh sebab itu saya mengimbau kepada teman-teman daerah minggu depan datanya diperlihatkan, yang mana yang kuotanya masih kurang tolong segera betul-betul teman-teman di daerah bertanggung jawab untuk membela masyarakat miskinnya untuk bisa rumahnya mendapat [program] bedah rumah," kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemda dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Tomsi mengungkapkan, penetapan Calon Penerima Bantuan (CPB) masih jauh dari target. Hingga saat ini, baru 124.376 calon penerima yang telah ditetapkan dari target 400.000 rumah tidak layak huni pada 2026.

Karena itu, ia meminta Pemda berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memanfaatkan data masyarakat miskin Desil 1 sebagai dasar penetapan penerima bantuan.

 

Prioritaskan Kemiskinan Ekstrem

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir. (Istimewa)

Selain itu, Tomsi meminta daerah memprioritaskan masyarakat miskin ekstrem yang masuk kelompok Desil 1 dan Desil 2 sebagai penerima manfaat.

Ia mengaku masih menemukan banyak rumah warga dengan kondisi yang memprihatinkan saat melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.

"Beberapa hari yang lalu saya berkeliling dan saya melihat sangat memprihatinkan, ada yang toilet sama dapur jadi satu, kemudian ada yang mau roboh, bocor di kiri kanan, kemudian lantainya tanah," ujarnya.

Tomsi berharap hasil evaluasi tersebut dapat dimanfaatkan Pemda untuk mempercepat proses pendataan sehingga bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Semoga apa yang kita lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat yang kita cintai," katanya.

Rapat tersebut dihadiri Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Hermawan, Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, serta Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) R. An An Andri Hikmat. Kegiatan juga diikuti secara virtual oleh jajaran pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya