Perjuangan Sujanah Tunanetra Demi Air Bersih

oleh Arie BasukiDiterbitkan 20 Juli 2026, 09:26 WIB
Perjuangan Sujanah Tunanetra Demi Air Bersih
Penyandang tunanetra, Sujanah, berjalan sekitar satu kilometer menuju mata air Sumur Bendung di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/7/2026). Kemarau yang berlangsung selama tiga bulan terakhir membuat sejumlah sumber air mengering sehingga warga bergantung pada mata air di kawasan hutan. Sujanah menyusuri jalan setapak dan menuruni tebing sekitar lima meter dengan mengandalkan insting penciuman serta meraba pijakan tanah menggunakan kaki agar tidak terjatuh. Air yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum dan mandi, cuci, kakus (MCK).
Penyandang tunanetra, Sujanah, berjalan menuju mata air Sumur Bendung di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah, berjalan menuju mata air Sumur Bendung di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah, berjalan menuju mata air Sumur Bendung di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah,mengambil air pada mata air Sumur Bendung di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah,berjalan membawa air di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah,berjalan membawa air di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah,berjalan membawa air di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)
Penyandang tunanetra, Sujanah,beristirahat usai berjalan membawa air di kawasan Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Minggu (19/07/2026). (KLY/Arie Basuki)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya