Rodri Ungkap 2 Cara Spanyol Meredam Lionel Messi

Rodri membeberkan dua cara Spanyol membatasi Lionel Messi jelang final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium.

oleh Aning JatiDiterbitkan 20 Juli 2026, 01:15 WIB
Rodri #16 dari Timnas Spanyol memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah kemenangan 2-0 pada pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol di Stadion Dallas pada 15 Juli 2026 di Arlington, Texas. (Florencia Tan Jun/Getty Images melalui AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol menatap final Piala Dunia 2026 melawan Argentina di New York New Jersey Stadium, Minggu waktu setempat atau Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Menjelang laga, kapten Timnas Spanyol Rodri membeberkan rencana meredam Lionel Messi. 

Argentina datang dengan Messi yang berpeluang meraih gelar Piala Dunia keduanya setelah mengangkat trofi pada edisi 2022 di Qatar. Rodri menyebut ada dua langkah utama untuk membatasi pengaruh sang megabintang.

Pemain Manchester City itu menegaskan pendekatan tersebut sejalan dengan karakter Spanyol yang agresif menekan. Ia mengingatkan duel ini menuntut kewaspadaan tinggi menghadapi Messi.


Dua Langkah Rodri Meredam Messi

Selebrasi kapten Argentina, Lionel Messi, saat laga 16 besar Piala Dunia 2026 kontra Mesir di Stadion Atlanta, Georgia, Selasa (7/7/2026) malam. (Elsa/Getty Images/AFP)

Rodri mengutarakan dua kunci: menjauhkan Messi dari kotak penalti dan menjaga jarak sangat rapat saat bertahan dengan intensitas tinggi. Ia menyiratkan La Roja tak akan terlalu turun ke garis belakang.

"Pertama, menjauhkannya dari kotak penalti. Kedua, ketika kami harus bertahan, kami harus berada lebih dekat dengannya dan bermain lebih agresif. Mungkin tidak terlalu banyak bertahan ke belakang," ujar gelandang Manchester City itu dalam wawancara dengan Diario As, dilansir World Soccer Talk.

Menurut Rodri, skema tersebut menyatu dengan prinsip bertahan Spanyol yang aktif mendorong lawan ke belakang demi merebut kontrol wilayah.

"Kami adalah tim yang menekan ke depan untuk memaksa lawan bermain ke belakang. Saya rasa itulah kunci pertandingan hari Minggu. Namun, menghadapi pemain seperti Leo yang sering kali sulit diprediksi, kami harus benar-benar waspada," katanya.


Final Ketiga Messi, Pujian dari Rodri

Partai puncak ini diperkirakan menjadi final Piala Dunia ketiga sekaligus yang terakhir bagi Lionel Messi. Di seberang, ia akan berhadapan dengan deretan pemain Spanyol yang tumbuh mengaguminya saat masih memperkuat Barcelona, seperti Pau Cubarsi, Pedri, Gavi, dan Lamine Yamal.

"Messi berbicara melalui apa yang telah ia lakukan. Namun, di luar penghargaan individu, kariernya sudah berbicara dengan sendirinya. Bertahun-tahun bermain di level tertinggi. Mampu mencapai usia, saya bahkan tidak tahu sekarang usianya berapa (39 tahun), dengan performa seperti itu dan masih menjadi pemain terbaik di Piala Dunia sungguh luar biasa," ujar Rodri.

Kapten Manchester City itu juga menilai peran Messi sangat sentral bagi Argentina, meski Spanyol diminta tidak terfokus pada satu nama. Rodri menekankan kebutuhan untuk mengontrol permainan Albiceleste di setiap fase.

"Bagi mereka, dia lebih dari sekadar pemain. Dia adalah anutan sekaligus pemimpin mereka. Namun, kami harus mampu mengendalikan Argentina dalam setiap fase permainan," kata Rodri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya