Lahan Bekas Lumpur Banjir Bandang Disulap Menjadi Areal Pertanian di Pidie Jaya

oleh Arie BasukiDiterbitkan 18 Juli 2026, 11:05 WIB
Lahan Bekas Lumpur Banjir Bandang Disulap Menjadi Areal Pertanian di Pidie Jaya
Anggota Kelompok Tani Jaya menyiram tanaman bawang merah dan cabai di lahan bekas timbunan lumpur di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (17/7/2026). Lahan yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 itu kini dimanfaatkan kembali untuk budidaya bawang merah, jagung, dan cabai. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Universitas Syiah Kuala, Bank Indonesia, dan kelompok tani mengembangkan puluhan hektare lahan tersebut sebagai upaya mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pemulihan perekonomian masyarakat.
Lahan pertanian bawang merah dan cabai yang dibudidayakan di lahan bekas timbunan lumpur di Meurah Dua, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat , 17 Juli 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Anggota kelompok Tani Jaya menyiram tanaman bawang merah dan cabai yang dibudidayakan di lahan bekas timbunan lumpur di Meurah Dua, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat , 17 Juli 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Anggota kelompok Tani Jaya merawat tanaman bawang merah dan cabai yang dibudidayakan di lahan bekas timbunan lumpur di Meurah Dua, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat , 17 Juli 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Anggota kelompok Tani Jaya menyiram tanaman bawang merah dan cabai yang dibudidayakan di lahan bekas timbunan lumpur di Meurah Dua, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat , 17 Juli 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Anggota kelompok Tani Jaya merawat tanaman bawang merah dan cabai yang dibudidayakan di lahan bekas timbunan lumpur di Meurah Dua, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat , 17 Juli 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)
Anggota kelompok Tani Jaya menyiram tanaman bawang merah dan cabai yang dibudidayakan di lahan bekas timbunan lumpur di Meurah Dua, Kabupaten Pidie, Aceh, Jumat , 17 Juli 2026. (AFP/ Chaideer Mahyuddin)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya