Persija TC di Thailand, Shin Tae-yong Andalkan Tim EPA di Piala Presiden 2026

TC Persija di Thailand berbenturan dengan Piala Presiden 2026. Shin Tae-yong menurunkan mayoritas pemain EPA di Grup B yang digelar di Surabaya.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 17 Juli 2026, 23:45 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Bola.com/Dok.Instagram Persija Jakarta).

Liputan6.com, Jakarta - Persija Jakarta akan memusatkan latihan di Thailand pada periode yang berimpit dengan gelaran Piala Presiden 2026. Menyikapi situasi tersebut, pelatih Shin Tae-yong menyiapkan komposisi pemain muda untuk ajang pramusim itu.

Piala Presiden 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Pelatih asal Korea Selatan yang pernah menangani Timnas Indonesia itu menjelaskan rencana pemusatan latihan sudah tersusun sejak awal ia mulai bekerja di Persija.


TC Thailand Tumpang Tindih Piala Presiden

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Bola.com/Media Persija).

"Piala Presiden berlangsung bersamaan dengan jadwal kami menjalani pemusatan latihan di Thailand pada 27 Juli hingga 16 Agustus 2026," ujar Shin Tae-yong.

"Karena itu, pemain tim utama tidak bisa tampil. Jadwal tersebut sudah ditetapkan sejak saya menerima jabatan ini sehingga saya melihat kesempatan itu bisa dimanfaatkan pemain U-20 untuk berkembang," jelasnya.

Selain mengandalkan kelompok U-20, Shin Tae-yong memastikan skuad yang tampil di Piala Presiden akan didominasi oleh pemain dari Elite Pro Academy (EPA).


Grup B di Surabaya: Persebaya, PSMS, dan Port FC

Persija tergabung di Grup B Piala Presiden 2026 yang dimainkan di Surabaya. Macan Kemayoran akan menghadapi Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan Port FC dari Thailand.

Port FC berstatus juara bertahan pada turnamen tersebut.


Shin Tae-yong Klarifikasi Jadwal TC

"Jangan sampai ada kesalahpahaman. Ketika saya menandatangani kontrak, jadwal training camp sudah dibuat," ungkap Shin Tae-yong.

"Setelah itu baru saya mengetahui jadwal Piala Presiden sehingga tidak mungkin diubah," imbuhnya.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu berharap publik memahami keputusan teknis yang diambil untuk menyiasati benturan agenda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya