Jadi Kiper Dadakan di Jakarta Hingga Final Piala Dunia 2026: Jejak Pau Cubarsi

Bek 19 tahun itu jadi andalan Spanyol di final Piala Dunia 2026. Cubarsi pernah jadi kiper dadakan Spanyol saat Piala Dunia U-17 2023.

oleh Radifa ArsaDiterbitkan 17 Juli 2026, 22:08 WIB
Pemain Spanyol, Pau Cubarsi, saat perempat final Piala Dunia 2026 melawan Belgia di Los Angeles Stadium, Minggu (10/7/2026). (Florencia Tan Jun/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol akan menantang Argentina di final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 dini hari WIB. Di jantung pertahanan La Roja, Pau Cubarsi yang masih berusia 19 tahun disiapkan Luis de la Fuente sebagai andalan.

Tiga tahun sebelumnya, Cubarsi tampil di Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia dan sempat mengalami momen langka sebagai kiper darurat. Kilas balik itu kembali mencuat jelang partai puncak.

Perjalanannya menuju final kali ini ditopang performa lini belakang Spanyol yang sangat rapat sepanjang turnamen.


Duet Tak Tergantikan dengan Laporte

Pemain Spanyol Pau Cubarsi dan Pedro Porro berebut bola dengan pemain Prancis Kylian Mbappe selama pertandingan semifinal Piala Dunia sepak bola antara Prancis dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Cubarsi kini berduet dengan seniornya, Aymeric Laporte. Keduanya tidak tergantikan di lini belakang dan sama-sama mencatat tujuh penampilan di Piala Dunia 2026, seluruhnya dimainkan penuh selama 2x45 menit.

Dari kolaborasi tersebut, La Roja hanya kebobolan satu gol dalam tujuh laga dan menorehkan enam cleansheet.

Catatan ini memunculkan rekor baru bagi pemain kelahiran 22 Januari 2007 tersebut: ia menjadi pemain tercepat yang meraih enam pertandingan tanpa kebobolan, melangkahi pencapaian legenda Timnas Italia, Paulo Maldini, yang menghasilkan lima cleansheet pada Piala Dunia 1990.

Turnamen ini juga menjadi debut Cubarsi di panggung Piala Dunia.

Ia sebelumnya telah mencatat debut bersama La Roja sejak berusia 17 tahun. Bek Barcelona itu diandalkan untuk meredam agresivitas Argentina, termasuk ancaman salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah, Lionel Messi.


Jejak U-17 di Indonesia: Dari Andalan Jose Lana ke Kiper Darurat

Bek muda Timnas Spanyol, Pau Cubarsi, tiga tahun yang lalu, dia masih seorang bocah remaja saat bermain di Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. (Bola.com/Radifa Arsa)

Ketika memperkuat Spanyol U-17, nama Cubarsi belum terlalu menonjol jika dibandingkan rekan setim seperti Lamine Yamal dan Marc Guiu.

Di Piala Dunia U-17 2025, ia menjadi salah satu andalan utama pelatih Jose Lana di jantung pertahanan dan lebih sering dipasangkan dengan Jon Martin, bek berusia 20 tahun yang kini memperkuat Real Sociedad.

Pada fase grup, Cubarsi selalu menjadi starter di dua laga pembuka yang berakhir kemenangan atas Kanada dengan skor 2-0 dan Mali 1-0.

Saat ia absen pada laga terakhir grup, Spanyol bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan.

Dengan hasil tersebut, tim junior La Roja berhak lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17 2026 sebagai juara Grup B dan menumbangkan Jepang 2-1 pada fase itu.

Momen paling menarik hadir di perempat final kontra Jerman U-17 yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS).

Partai berlangsung alot; babak pertama berakhir 0-0 sebelum winger Jerman U-17, Paris Brunner, membuka keunggulan pada menit ke-64.

Menjelang akhir laga, Spanyol U-17 kehilangan kiper Raul Jimenez yang mendapat kartu merah. Karena jatah pergantian pemain sudah habis, Cubarsi dipaksa berdiri di bawah mistar sebagai kiper dadakan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya