Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema HEAL

oleh Budy SantosoDiterbitkan 16 Juli 2026, 22:24 WIB
Jember Fashion Carnaval 2026 Usung Tema HEAL
Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 resmi memperkenalkan tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) sebagai konsep utama penyelenggaraan karnaval yang akan digelar pada 24–26 Juli 2026 di Jember, Jawa Timur. Memasuki penyelenggaraan ke-26, JFC menghadirkan inovasi, kolaborasi strategis, dan karya kreatif yang mengangkat isu keberlanjutan. Tema HEAL dipilih sebagai simbol pentingnya menjaga harmoni antara manusia, bumi, dan seluruh kehidupan di tengah tantangan global. Melalui parade busana kreatif berbasis seni dan budaya, JFC berupaya membangun kesadaran masyarakat terhadap nilai kemanusiaan, pelestarian lingkungan, serta masa depan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Juri Utama (Grand Juri) Jember Fashion Carnaval, Bubah Alfian, menyampaikan bahwa JFC lahir dari harapan besar akan Indonesia yang bersinar.(KLY/Budy Santoso)
Sejumlah model memperagakan tarian saat peluncuran tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) untuk Jember Fashion Carnaval 2026 di Jakarta. Karnaval yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Jember, Jawa Timur, mengusung pesan harmoni antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya seni, budaya, serta kreativitas yang mengedepankan nilai keberlanjutan. (KLY/Budy santoso)
Sejumlah model memperagakan tarian saat peluncuran tema HEAL (Humanity, Earth, and Life) untuk Jember Fashion Carnaval 2026 di Jakarta. Karnaval yang akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Jember, Jawa Timur, mengusung pesan harmoni antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui karya seni, budaya, serta kreativitas yang mengedepankan nilai keberlanjutan. (KLY/Budy santoso)
Jember Fashion Carnaval (JFC) ingin menyampaikan pesan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kesadaran terhadap isu kemanusiaan, lingkungan, serta masa depan yang berkelanjutan. (KLY/Budy santoso)
Presiden JFC, Budi Setiawan, mengungkapkan bahwa perbedaan paling signifikan pada perhelatan kali ini terletak pada konsep pertunjukan. Berbeda dengan sistem defile konvensional di mana peserta tampil dan berjalan secara bergantian satu per satu, tahun ini JFC mengadopsi pendekatan teatrikal penuh. (KLY/Budy santoso)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya