Liputan6.com, Jakarta - Lana Del Rey kembali membuat para penggemarnya antusias. Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Amerika Serikat itu mengumumkan bahwa album terbarunya, STOVE, tidak akan datang sendirian. Ia juga tengah menyiapkan sebuah album pendamping yang disebut sebagai karya paling personal dalam perjalanan kariernya.
Kabar tersebut dibagikan Lana melalui unggahan panjang di Instagram. Dalam tulisannya, ia menceritakan proses kreatif yang penuh lika-liku selama empat tahun terakhir hingga akhirnya melahirkan dua proyek musik yang saling melengkapi.
Advertisement
Menurut Lana, album pendamping tersebut lahir secara alami dari berbagai pengalaman hidup, perubahan, hingga proses menerima bahwa tidak semua hal berjalan sesuai rencana.
Album Baru Jadi Refleksi Perjalanan Hidup
Lana Del Rey menjelaskan bahwa selama mengerjakan STOVE, ia banyak melewati masa penuh penantian dan keraguan. Namun di tengah proses itu, muncul berbagai ide baru yang akhirnya berkembang menjadi album kedua.
Ia mengibaratkan proses tersebut seperti tumbuhnya semak mawar baru di bawah pohon willow yang telah lama ia rawat.
"Selama beberapa tahun terakhir saya menghabiskan begitu banyak waktu menunggu semuanya berjalan sesuai harapan, sekaligus bertanya-tanya apakah tidak apa-apa ketika banyak hal justru berantakan. Di sela-sela lagu-lagu itu muncul pemikiran baru tentang teman-teman lama, mimpi-mimpi baru, dan dari keraguan apakah pohon yang saya tanam akan tumbuh, justru muncul tunas-tunas baru hingga akhirnya tumbuh semak mawar baru di bawah pohon willow."
Album pendamping tersebut, menurut Lana, disusun bersama banyak kolaborator yang membantunya menuangkan berbagai perubahan yang ia alami selama beberapa tahun terakhir.
STOVE Disebut Album Klasik, Album Pendamping Lebih Personal
Lana menyebut STOVE tetap hadir sebagai album utama yang utuh sesuai konsep awal. Sementara album pendamping menjadi ruang baginya untuk berbagi cerita mengenai proses panjang yang harus ia lalui.
"STOVE adalah album yang begitu indah dan utuh seperti yang memang saya bayangkan, sebuah album klasik. Namun seiring waktu berjalan, proyek kedua ini perlahan memperlihatkan dirinya. Album ini menjadi semacam komentar atas semua yang terjadi, tentang kesabaran yang dibutuhkan, dan kepercayaan yang harus saya miliki bahwa tidak semua hal yang tidak berjalan baik terjadi karena kesalahan saya."