Liputan6.com, Jakarta - Garmin menjelma menjadi salah satu merek teknologi paling populer di dunia, khususnya untuk smartwatch olahraga, perangkat kebugaran, hingga navigasi GPS. Namun, tak sedikit pengguna yang masih bertanya-tanya siapa sebenarnya pemilik Garmin dan di mana perangkat buatannya diproduksi.
Meski telah menjadi nama besar di industri teknologi, Garmin bukanlah perusahaan yang dimiliki oleh satu orang atau satu grup bisnis tertentu. Perusahaan ini berstatus publik dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode GRMN.
Advertisement
Kepemilikannya tersebar di tangan investor institusi, reksa dana, hingga investor individu. Beberapa pemegang saham terbesarnya adalah Vanguard yang menguasai hampir 10 persen saham serta BlackRock sekitar 8 persen.
Disitat dari BGR, Jumat (17/7/2026), Garmin didirikan pada 1989 oleh dua orang sarjan kelistrikan, Gary Burrell dan Min H. Kao. "Garmin" merupakan gabungan dari nama depan kedua pendirinya, yakni Gary dan Min.
Setelah Gary Burrell meninggal dunia pada 2019, Min H. Kao masih menjadi sosok penting di perusahaan dengan menjabat sebagai Executive Chairman Dewan Direksi.
Secara hukum, Garmin berkantor pusat di Schaffhausen, Swiss. Namun, sebagian besar aktivitas operasional perusahaan tetap dijalankan dari Olathe, Kansas, Amerika Serikat (AS).
Di lokasi inilah berbagai keputusan bisnis, pengembangan produk, hingga layanan pelanggan dikelola, sehingga banyak orang menganggap Garmin sebagai perusahaan asal AS meski berbadan hukum Swiss.
Lalu, di mana smartwatch Garmin diproduksi? Berbeda dengan anggapan banyak orang, perangkat wearable Garmin tidak dibuat di AS.
Fasilitas di Kansas lebih banyak memproduksi sejumlah sistem penerbangan dan produk otomotif. Sedangkan smartwatch Garmin dirakit di Taiwan, terutama di pabrik modern milik perusahaan yang berada di wilayah Taoyuan.
Produksi Garmin
Selain itu, yang membuat Garmin cukup berbeda dari banyak perusahaan teknologi lain adalah model produksinya. Alih-alih menyerahkan proses manufaktur kepada pihak ketiga, Garmin memiliki dan mengoperasikan sendiri fasilitas produksinya di Taiwan.
Dengan model integrasi vertikal tersebut, perusahaan bisa mengawasi seluruh proses, mulai dari pemilihan komponen, perakitan, hingga pengujian kualitas sebelum produk dipasarkan.
Pendekatan itu pula yang diyakini menjadi salah satu alasan smartwatch Garmin dikenal tangguh untuk aktivitas luar ruangan maupun olahraga ekstrem. Berbagai lini produk premium seperti Enduro dan Venu, dirancang agar mampu menghadapi kondisi penggunaan yang berat.