Liputan6.com, Moskow - Inggris mulai memasok laras artileri kaliber 105 milimeter dan 155 milimeter kepada Ukraina dalam kontrak senilai 61 juta pound sterling (82,5 juta dolar AS atau sekitar Rp1,4 triliun), menurut Kementerian Pertahanan Inggris.
"Dalam kontrak senilai 61 juta pound sterling, 150 laras artileri buatan Inggris mulai dikirimkan ke Ukraina untuk memperkuat kemampuan pertahanannya," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris, Rabu (15/7).
Advertisement
Kementerian menjelaskan, laras untuk meriam kaliber 105 milimeter dan 155 milimeter tersebut diproduksi oleh BAE Systems di pabriknya di Sheffield.
Menurut pernyataan itu, produksi tersebut merupakan batch (gelombang) pertama laras artileri yang dibuat di Inggris dalam hampir 20 tahun terakhir. Empat laras pertama telah dikirim ke Ukraina.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Ukraina kemungkinan akan memanfaatkan laras-laras tersebut untuk mendukung pengembangan kemampuan produksi dalam negerinya.
Respons Rusia
Rusia berulang kali menyatakan bahwa pasokan senjata ke Ukraina menghambat upaya penyelesaian konflik dan membuat negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan terlibat konflik secara langsung.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya mengatakan bahwa setiap pengiriman yang memuat persenjataan untuk Ukraina akan menjadi sasaran yang sah bagi Rusia.