Liputan6.com, Jakarta - Duta Besar (Dubes) China untuk ASEAN Wang Qi memaparkan perjalanan Partai Komunis China (PKC) dan sejumlah capaian pembangunan negaranya dalam rangka peringatan 105 tahun berdirinya partai tersebut.
Dalam pidatonya di hadapan kalangan media dan lembaga pemikir, Dubes Wang mengatakan PKC yang memiliki lebih dari 100 juta anggota dan memimpin negara berpenduduk lebih dari 1,4 miliar jiwa semakin mendapat perhatian masyarakat internasional, termasuk mengenai asal-usul dan arah yang akan ditempuh partai itu.
Advertisement
"Untuk memahami China saat ini, seseorang harus memahami Partai Komunis China," kata Dubes Wang dalam China-ASEAN Media and Think Tank Salon di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Capaian Pembangunan
Dubes Wang menyoroti proses industrialisasi China sebagai salah satu capaian pembangunan di bawah kepemimpinan PKC.
"Dalam beberapa dekade saja, China menyelesaikan proses industrialisasi yang membutuhkan waktu beberapa abad bagi negara-negara maju," ujarnya.
Menurut dia, perkembangan tersebut membawa China menjadi perekonomian terbesar kedua, negara perdagangan terbesar, dan negara manufaktur terbesar di dunia.
Dubes Wang juga menyebut China telah membangun sistem pendidikan, jaminan sosial, dan layanan kesehatan dengan cakupan terbesar di dunia. Perkembangan itu, kata dia, disertai peningkatan taraf hidup masyarakat.
"Taraf hidup rakyat mengalami lompatan bersejarah, dari sekadar memenuhi kebutuhan dasar menuju kehidupan yang relatif sejahtera, hingga terwujudnya masyarakat sejahtera secara menyeluruh di seluruh negeri," papar Dubes Wang.
Ia turut menyinggung penghapusan kemiskinan absolut sebagai gambaran penerapan prinsip kemakmuran bersama dan upaya agar tidak ada seorang pun yang tertinggal dalam proses modernisasi China.
Dubes Wang menilai berbagai capaian tersebut menunjukkan perubahan yang dialami China selama perjalanan PKC.
"Saya percaya setiap pengamat yang objektif akan mengakui bahwa perjalanan 105 tahun rakyat China di bawah kepemimpinan PKC merupakan perjalanan yang luar biasa," tuturnya.
Perjalanan 105 Tahun PKC
Dubes Wang mengatakan PKC didirikan pada 1921 ketika China menghadapi agresi asing dan kekacauan di dalam negeri. Ia menyebut periode tersebut sebagai masa tergelap dalam sejarah negaranya.
Menurut dia, PKC kemudian memimpin rakyat China menumbangkan apa yang disebut sebagai "tiga gunung", yakni imperialisme, feodalisme, dan kapitalisme birokratis. Partai itu juga memimpin pembentukan China baru yang menempatkan rakyat sebagai pemilik negara.
Menjelaskan perjalanan PKC, Wang menyebut pendekatan yang berpusat pada rakyat sebagai salah satu faktor yang mendasari keberhasilan partai tersebut. Sejak didirikan, kata dia, PKC menetapkan upaya mewujudkan kebahagiaan rakyat China dan kebangkitan bangsa China sebagai tujuan dan misinya.
"Dalam proses modernisasi China, PKC berpegang pada kemakmuran bersama dan prinsip bahwa tidak seorang pun boleh tertinggal," katanya.
Wang menekankan pula prinsip kemandirian dan kemampuan mengandalkan kekuatan sendiri. Menurut dia, PKC menempuh jalur pembangunan secara mandiri, tidak bergantung pada kekuatan luar, tidak menyalin model negara lain, dan tidak menerima campur tangan.
"Urusan China harus diputuskan dan dijalankan oleh rakyat China sendiri serta harus menemukan dan mempertahankan jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional," sebutnya.
Faktor lainnya, menurut Wang, adalah kepemimpinan dan kemampuan tata kelola. Hal itu meliputi konsistensi menjalankan rencana jangka panjang, pelaksanaan keputusan dan kebijakan melalui organisasi serta disiplin yang ketat, dan kemampuan menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.
"Keberhasilan PKC terletak pada kemampuannya menyatukan dan menghimpun ratusan juta rakyat China serta berulang kali mengubah hal-hal yang tampak mustahil menjadi kenyataan pembangunan sosial," tutur Wang.
Menurut Wang, PKC akan terus memimpin rakyat China dalam pembangunan negara sosialis modern. Ia menambahkan, partai itu juga akan memimpin China bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.