Tether Kucurkan Rp 126,66 Miliar untuk Penyedia Infrastruktur Fintech

Tether memperluas ekspansi dengan masuk ke sistem penggajian di Amerika Serikat (AS).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Juli 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi tether (Foto: DrawKit Illustrations/Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Tether telah mengumumkan investasi seri A sebesar US$ 7 juta atau Rp 126,66 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.090) di Pact Labs, penyedia infrastruktur financial technology (fintech). Hal ini sebagai bagian dari langkah strategis untuk memajukan stablecoin USAT di pasar Amerika Serikat (AS).

Mengutip coinmarketcap.com, Rabu (15/7/2026), Blockchange Ventures dan Lasagna juga berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini. Investasi ini bertujuan membuat USAT, stablecoin yang didukung dolar yang dikhususkan untuk Amerika Serikat, lebih mudah diakses secara luas untuk digunakan dalam penggajian, akses upah yang diperoleh, pinjaman, dan transaksi pembayaran harian.

Ekspansi Tether ke sistem penggajian AS

Tether berupaya melampaui peran tradisionalnya dalam perdagangan kripto dengan mengintegrasikan stablecoin-nya dengan layanan keuangan arus utama. Perusahaan bermaksud untuk menjembatani kesenjangan antara mata uang digital dan operasi moneter sehari-hari di pasar tenaga kerja AS.

Sektor penggajian Amerika menangani lebih dari US$ 11 triliun setiap tahun, tetapi sebagian besar sistem pembayaran beroperasi pada teknologi pemrosesan batch yang sudah ketinggalan zaman.

Hal ini seringkali mengharuskan karyawan untuk menunggu beberapa hari sebelum menerima upah yang telah mereka peroleh. Melalui kemitraan ini, Tether dan Pact Labs bertujuan untuk menyederhanakan pemrosesan penggajian dan memungkinkan pembayaran real-time menggunakan stablecoin USAT.

CEO Tether, Paolo Ardoino menuturkan, permintaan akan penyelesaian transaksi dalam denominasi dolar AS sangat terkait dengan tantangan distribusi upah. Ardoino juga mencatat para pekerja di pasar negara berkembang telah mengandalkan stablecoin untuk mengatasi keterlambatan pembayaran gaji, dan menyatakan optimisme tentang replikasi solusi ini di AS.

Pact Labs

Ilustrasi perusahaan penerbit stablecoin USDT, Tether. (Gambar by AI)

Ia menuturkan, data transaksi selama bertahun-tahun mengungkapkan peningkatan permintaan untuk penyelesaian berbasis dolar yang terkait dengan upah dan penggajian. Ia menggarisbawahi ambisi perusahaan untuk membawa manfaat stablecoin kepada angkatan kerja AS.

Pact Labs: infrastruktur untuk pembayaran berbasis blockchain

Pact Labs menyediakan infrastruktur teknis yang memungkinkan perusahaan fintech untuk memanfaatkan jaringan pembayaran berbasis blockchain tanpa mengharuskan pelanggan mereka untuk terlibat langsung dengan mata uang kripto.

Perusahaan tersebut menyatakan telah menangani volume pinjaman on-chain lebih dari US$ 2 miliar atau Rp 36,18 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.090). Selain itu, Pact Labs menyalurkan lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 18,09 triliun pinjaman dan layanan terkait kepada lebih dari 500.000 pengguna melalui tujuh mitra fintech yang berbeda.

Platform ini kompatibel dengan jaringan blockchain seperti Aptos dan Celo, memfasilitasi dompet digital, pembayaran instan, dan operasi pinjaman berbasis blockchain untuk produk keuangan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya