Rodri Bikin Kuartet Maut Prancis Mati Kutu, Comeback Fantastis usai Cedera Serius

Gelandang Manchester City, Rodri, sukses membawa Spanyol ke final Piala Dunia 2026 lewat penampilan solid melawan Prancis.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 15 Juli 2026, 06:22 WIB
Pemain Prancis Michael Olise berebut bola dengan pemain Spanyol Rodri selama pertandingan semifinal Piala Dunia sepak bola antara Prancis dan Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang bertahan andalan timnas Spanyol, Rodrigo Hernandez Cascante, atau yang akrab disapa Rodri, kembali menunjukkan performa gemilang. Ia menjadi salah satu pilar utama yang mengantarkan Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Prancis dalam laga semifinal.

Perjalanan Rodri menuju titik ini penuh dengan tantangan, termasuk cedera serius dan masalah lutut berulang, namun juga diwarnai dengan pencapaian individu tertinggi dalam sepak bola.

Pertandingan semifinal yang digelar di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Spanyol. Kemenangan ini memastikan langkah La Furia Roja menuju partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Rodri membuat Prancis mati kutu meski memiliki kuartet lini depan mematikan Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola. Penampilan solid bersama Fabian Ruiz di lini tengah membuat lawan bergeser ke sisi lapangan untuk menemukan ruang. Meski begitu, pemain Spanyol lain siap membantunya menghentikan mereka. 

Keberhasilan ini menjadi bukti ketangguhan Rodri, terutama setelah sempat absen panjang akibat cedera parah pada tahun 2024 usai merebut Ballon d'Or yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia.


Kontribusi Krusial di Semifinal Piala Dunia 2026

Pemain Spanyol Borja Iglesias (26) merayakan kemenangan bersama Rodri (tengah) setelah laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/David J. Phillip)

Dalam duel semifinal Piala Dunia 2026 melawan Prancis, Rodri bermain penuh selama 90 menit dan menunjukkan peran vitalnya di lini tengah Spanyol. Gol pertama Spanyol dicetak oleh Mikel Oyarzabal melalui titik penalti, diikuti oleh gol kedua dari Pedro Porro yang menggandakan keunggulan timnya. Rodri, bersama Fabian Ruiz, menjadi jangkar lini tengah dalam formasi 4-2-3-1, memastikan pertahanan Spanyol tetap solid sepanjang pertandingan.

Sebelum pertandingan krusial tersebut, Rodri telah menyatakan keyakinannya akan kemampuan Spanyol untuk mengalahkan Prancis. Ia menyoroti rekor pertemuan sebelumnya, termasuk kemenangan Spanyol atas Prancis di Nations League dan Euro 2024, sebagai dasar optimisme timnya.

Selain Rodri dan Fabian Ruiz, lini pertahanan Spanyol dalam laga semifinal tersebut juga diperkuat oleh Pedro Porro di bek kanan serta duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi, yang semuanya berkontribusi menjaga gawang Spanyol tetap aman dari serangan lawan.

Lanjut Baca:

Perjalanan Rodri menuju performa puncak di Piala Dunia 2026 tidaklah mudah. Pada 22 September 2024, ia mengalami cedera lutut serius saat Manchester City bertanding melawan Arsenal, yang berakhir imbang 2-2. Cedera tersebut dikonfirmasi sebagai robekan ligamen krusiat anterior (ACL) dan kerusakan meniskus, yang mengharuskannya absen selama sisa musim 2024-2025. Padahal Rodri baru mencapai puncak karier individunya dengan memenangkan Ballon d'Or 2024, penghargaan paling bergengsi dalam sepak bola. Upacara penghargaan ke-68 ini diselenggarakan pada 28 Oktober 2024, di Theâtre du Chatelet, Paris. Rodri mencatatkan sejarah sebagai pemain Manchester City pertama yang meraih Ballon d'Or, sekaligus menjadi pemain Spanyol pria kedua setelah Luis Suarez pada tahun 1960. Kemenangan ini didasarkan pada performa luar biasanya selama musim 2023-2024, di mana ia membantu Manchester City meraih gelar Liga Inggris dan Piala Dunia Antarklub, serta memainkan peran kunci dalam kemenangan Spanyol di Euro 2024.  Absensi Rodri memiliki dampak signifikan pada performa Manchester City, yang untuk pertama kalinya sejak musim 2016-2017 gagal memenangkan trofi. Rodri baru kembali bermain delapan bulan setelah cedera, dalam pertandingan liga melawan AFC Bournemouth pada Mei 2025. Namun, ia terus menghadapi masalah lutut berulang, dengan laporan cedera lutut lainnya pada September 2025. Pada 2025/2026, Rodri cuma melakoni 21 laga Liga Inggris dalam usaha kembali ke performa terbaik. Usai gagal membantu Man City mempertahankan mahkota Premier League, penampilannya melawan Prancis menunjukkan Rodri belum habis.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya