3 Kutukan Piala Dunia: 1 Sudah Jadi Kenyataan, Pertanda Kuat Spanyol Juara Edisi 2026

Spanyol mengandaskan ambisi juara pemenang Ballon d'Or Ousmane Dembele dari Prancis dari Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 15 Juli 2026, 04:39 WIB
Reaksi winger Prancis Ousmane Dembele pada semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. (AFP/Shaun Botterill)

Liputan6.com, Jakarta - Ada tiga kutukan unik sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Salah satunya sudah terwujud usai semifinal edisi 2026 yang melibatkan Spanyol dan Prancis.

Pada laga di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, Spanyol meraih kemenangan 2-0 berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Pasukan Luis de la Fuente selanjutnya bertemu pemenang duel Inggris vs Argentina.

Kandasnya Prancis menandai berakhirnya petualangan pemain terbaik saat ini. Ousmane Dembele merupakan pemegang trofi Ballon d'Or setelah membantu Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions 2024/2025.

Hal tersebut sejalan dengan salah satu fakta menarik Piala Dunia, yakni pemenang Ballon d'Or tidak pernah menjuarai Piala Dunia.


Inggris dan Argentina Juga Dibayangi Kutukan

Ekspresi pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, saat laga kontra Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, di Miami Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Sepanjang sejarah Piala Dunia, yang pertama kali digelar tahun 1930, ada dua kutukan lain yang melibatkan semifinalis lain.

Tidak ada juara yang ditangani pelatih asing. Catatan ini layak membuat Inggris gentar karena Jude Bellingham ditangani nakhoda berkebangsaan Jerman, Thomas Tuchel.

Sementara Argentina patut mewaspadai nasib sial yang mengiringi penghuni peringkat pertama dunia FIFA. Ya, pemenang Piala Dunia bukanlah tim yang menempati urutan teratas.

Jika benar akhirnya gagal jadi juara, Tim Tango layak merapati hal ini. Pasalnya, mereka baru naik ke puncak akibat hasil uji coba terakhir sebelum turnamen edisi 2026 dimulai.

Semula berada di urutan tiga, Argentina menyalip Spanyol dan Prancis usai mengalahkan Honduras dan Islandia. Spanyol lengser akibat ditahan Irak, sementara Prancis juga urung naik akibat dikalahkan Pantai Gading.


Jalan Pertandingan Prancis vs Spanyol

Pemain Spanyol Alex Baena, pemain Prancis Ousmane Dembele, dan pemain Spanyol Marc Cucurella dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Kedua tim jual beli serangan begitu wasit meniup peluit pertama. Momen pembeda terjadi sebelum jeda minum babak pertama.

Bek Prancis Lucas Digne tidak melihat Lamine Yamal yang muncul dari titik buta. Bermaksud membuang bola, dia justru menendang sang bintang Barcelona hingga terjatuh.

Ivan Barton dari El Salvador menunjuk titik 12 pas. Digne diam, dengan protes justru datang dari Didier Deschamps di sisi lapangan plus kapten Kylian Mbappe.

Namun, Barton dan video assistant referee tidak melihat ada kesalahan yang perlu diperbaiki. Mikel Oyarzabal sebagai algojo membawa Spanyol memimpin di menit ke-22.

Selepas hydration break, Prancis kehilangan William Saliba akibat cedera. Sementara Alex Baena dan Fabian Ruiz melewatkan kesempatan sehingga Spanyol urung memperbesar keunggulan.


Babak Kedua

Pemain Prancis Lucas Digne (3) melanggar pemain Spanyol Lamine Yamal (19) yang berbuah tendangan penalti dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (AP Photo/David J. Phillip)

Prancis, yang untuk pertama kali tertinggal di Piala Dunia 2026, coba bangkit selepas jeda. Pelatih Didier Deschamps memasukkan Manu Kone dan Desire Doue demi mengubah dinamika laga.

Namun, justru Spanyol yang bisa menggandakan keunggulan. Lewat proses 1-2 dengan Dani Olmo, Pedro Porro tanpa kesulitan menaklukkan Mike Maignan di menit ke-58.

Lamine Yamal sempat mengira sudah mencetak gol ketiga bagi Spanyol. Beruntung bagi Prancis, torehannya dianulir karena offside.

Kylian Mbappe lalu memimpin perjuangan kebangkitan Prancis. Dia menguji kiper Unai Simon di menit ke-63, kali pertama tendangan Prancis tepat sasaran ke gawang Spanyol. Usahanya kemudian diblok Marc Cucurella sehingga melebar tipis.

Sayang momentum Prancis tidak berlanjut. Mereka kehabisan waktu, dengan Kylian Mbappe gagal menjaga emosi sehingga diganjar kartu kuning.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya