Liputan6.com, Jakarta - Gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot, memastikan Les Bleus telah mempersiapkan diri sebaik mungkin jelang menghadapi Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026. Ia menegaskan timnya datang dengan penuh kepercayaan diri, tetapi tetap mengedepankan sikap rendah hati.
Timnas Prancis bisa dikatakan adalah salah satu unggulan di Piala Dunia 2026. Tim besutan Didier Deschamps itu sejauh ini masih tampil sempurna, di mana mereka memenangkan semua pertandingan fase grup.
Advertisement
Di babak 32 besar, mereka mengalahkan Timnas Swedia dengan skor telak 3-0. Mereka juga menang tipis 0-1 atas Paraguay di babak 16 besar, sebelum membekuk Maroko di babak perempat final dengan skor 2-0.
Di semifinal nanti, Timnas Prancis akan bertemu dengan lawan yang sulit. Mereka akan menghadapi Timnas Spanyol untuk memperebutkan tiket ke babak final Piala Dunia 2026.
Simak komentar lengkap sang gelandang di bawah ini.
Persiapkan Diri Sebaik Mungkin dan Rendah Hati
Rabiot menilai perjalanan Prancis hingga babak empat besar menjadi modal positif. Namun, ia mengingatkan rekan-rekannya bahwa masih ada satu rintangan besar yang harus dilewati demi mengamankan tiket ke final jadi mereka harus mempersiapkan diri dengan baik.
"Kami fokus dan akan mempersiapkan pertandingan ini dengan cara sebaik mungkin. Kami percaya diri dengan perjalanan yang telah kami lalui sejauh ini, dan itu wajar. Namun, kami juga harus tetap rendah hati, karena itulah yang menjadi kekuatan kami sejak awal turnamen," ujar Rabiot.
"Sekarang ada satu tempat di final yang dipertaruhkan, dan kami berharap bisa melangkah hingga akhir."
Tak Ada Rencana Khusus untuk Hentikan Yamal
Rabiot juga menanggapi pertanyaan mengenai ancaman Lamine Yamal, yang menjadi salah satu pemain kunci Spanyol di Piala Dunia 2026. Menurut gelandang Juventus tersebut, Prancis tidak menyiapkan strategi khusus untuk meredam Yamal. Fokus utama Les Bleus adalah menghentikan permainan kolektif Spanyol, bukan hanya satu individu.
"Tidak, tidak ada rencana khusus untuk menghadapi Yamal. Kami fokus pada Spanyol sebagai sebuah tim, bukan kepada satu pemain."
Rabiot menilai kekuatan Spanyol terletak pada permainan kolektif mereka. Karena itu, Prancis harus mampu membatasi sistem permainan La Furia Roja jika ingin mengamankan kemenangan.
"Kami tahu mereka adalah tim yang berbahaya di semua area lapangan, baik saat menguasai bola, bermain di ruang sempit dekat kotak penalti, dalam kombinasi antarpemain, maupun melalui para penyerangnya. Yang harus kami lakukan adalah membatasi sistem permainan mereka, bukan hanya satu pemain," tegas Rabiot.
Sumber: France News 24