Liputan6.com, Jakarta - Google Chrome dikenal sebagai salah satu browser dengan koleksi ekstensi terbesar yang bisa diunduh melalui Chrome Web Store. Kehadiran berbagai ekstensi tersebut memungkinkan pengguna menambahkan fungsi yang tidak tersedia sebagai fitur bawaan.
Bahkan, ada beberapa di antaranya yang dinilai begitu berguna sehingga seharusnya menjadi fitur standar di browser besutan Google tersebut.
Advertisement
Dilansir dari MakeUseOf, Rabu (15/7/2026), setidaknya ada empat ekstensi yang layak dipertimbangkan Google untuk diintegrasikan langsung ke Chrome.
Keempatnya menawarkan fungsi mulai dari mode gelap universal, pengelola sesi tab, pengaturan persetujuan cookie otomatis, hingga pemblokir iklan dan pelacak.
Berikut adalah daftar keempat ekstensi tersebut:
Mode Gelap hingga Pemblokir Iklan
1. Dark Reader (Mode Gelap Universal)
Berbeda dengan fitur paksa mode gelap yang tersedia melalui halaman eksperimen Chrome (flags), Dark Reader mampu mengubah hampir semua situs web ke tampilan gelap dengan hasil yang lebih rapi—termasuk pada situs yang aslinya tidak menyediakan opsi dark mode.
Pengguna juga dapat mengatur tingkat kecerahan, kontras, warna sepia, grayscale, hingga membuat konfigurasi berbeda untuk situs tertentu. Fitur seperti ini akan membuat pengalaman menjelajah web menjadi lebih nyaman, terutama bagi pengguna yang menghabiskan waktu lama di depan layar.
2. Session Buddy (Pengelola Sesi Tab)
Session Buddy adalah ekstensi yang membantu menyimpan dan mengelola kumpulan tab. Meskipun Chrome telah memiliki fitur tab groups dan sinkronisasi, keduanya belum mampu melindungi seluruh sesi ketika browser tiba-tiba mengalami crash atau ditutup secara paksa.
Dengan Session Buddy, pengguna bisa menyimpan satu sesi lengkap, memberi nama pada kumpulan tab tersebut, lalu membukanya kembali hanya dengan satu klik. Seluruh proses penyimpanan bahkan dapat berjalan secara otomatis tanpa memerlukan akun maupun pelacakan aktivitas pengguna.
3. Consent-O-Matic (Persetujuan Cookie Otomatis)
Ekstensi ketiga ini menjadi solusi jitu untuk mengatasi banner persetujuan cookie yang hampir selalu muncul dan mengganggu saat mengunjungi berbagai situs web.
Alih-alih hanya menyembunyikan banner tersebut, Consent-O-Matic akan menganalisis pilihan cookie berdasarkan preferensi pengguna dan secara otomatis mengambil keputusan yang sesuai.
Meskipun terkadang mengalami kendala pada formulir dengan pengaturan yang tidak standar, ekstensi open-source yang dikembangkan oleh tim dari Aarhus University ini dinilai sangat membantu menghemat waktu karena filter dan pengaturannya terus diperbarui.
4. uBlock Origin Lite (Pemblokir Iklan dan Pelacak)
Versi ringan dari uBlock Origin ini telah disesuaikan dengan standar Manifest V3 milik Chrome. Ekstensi ini tetap mampu memblokir berbagai jenis iklan di internet sekaligus menghentikan pelacak (tracker).
Pengguna dapat mengatur preferensi pemblokiran hingga menghapus elemen tertentu dari sebuah halaman web. Kendati demikian, kemampuan uBlock Origin Lite memang tidak selengkap versi orisinalnya karena adanya pembatasan API yang diterapkan Google melalui Manifest V3.
Mengapa Google Sulit Menjadikannya Fitur Bawaan?
Meski keempat ekstensi tersebut dianggap mampu meningkatkan pengalaman menggunakan Chrome secara signifikan, Google kemungkinan besar tidak akan menjadikannya fitur bawaan dalam waktu dekat.
Alasannya, beberapa fungsi seperti pemblokiran iklan dan pelacak berpotensi bertentangan dengan model bisnis utama Google yang sangat bergantung pada iklan digital dan pelacakan pengguna. Di sisi lain, fitur seperti Dark Reader dan Session Buddy dinilai masih memiliki peluang lebih besar untuk diadopsi di masa mendatang.
Sambil menunggu kemungkinan itu terwujud, Anda tetap dapat memasang keempat ekstensi tersebut secara gratis di Google Chrome maupun browser lain yang dibangun di atas platform Chromium untuk mendapatkan pengalaman berselancar yang lebih nyaman, aman, dan produktif.