Liputan6.com, Jakarta - Hubungan ekonomi Indonesia dan Australia terus menunjukkan tren positif sejak berlakunya Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 2020. Tidak hanya nilai perdagangan yang meningkat tajam, investasi Australia di Indonesia juga terus bertumbuh, didukung semakin kuatnya kerja sama di sektor jasa, khususnya pariwisata.
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP, mengatakan implementasi IA-CEPA telah memberikan dampak signifikan terhadap hubungan ekonomi kedua negara.
Advertisement
"Sejak IA-CEPA mulai berlaku pada 2020, nilai perdagangan dua arah antara Australia dan Indonesia telah meningkat hingga tiga kali lipat. Investasi perusahaan-perusahaan Australia di Indonesia juga terus bertumbuh, naik sekitar 8 persen dan kini mendekati US$ 1,2 miliar per tahun," ujar Thistlethwaite di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kemitraan ekonomi Indonesia dan Australia semakin erat dan memiliki potensi yang terus berkembang.
Namun, ia menilai hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya ditopang oleh perdagangan barang. Sektor jasa, khususnya pariwisata, juga memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi bilateral.
"Perdagangan barang memang sangat penting, tetapi saya juga ingin menekankan bahwa perdagangan jasa memiliki peran yang tidak kalah besar," katanya.
Thistlethwaite mengungkapkan bahwa Indonesia, terutama Bali, masih menjadi destinasi wisata internasional favorit bagi masyarakat Australia. Bahkan, jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Bagi masyarakat Australia, Bali merupakan destinasi wisata luar negeri nomor satu. Bali adalah tujuan liburan favorit warga Australia, dan setiap tahun semakin banyak wisatawan Australia yang berkunjung, tidak hanya ke Bali tetapi juga ke berbagai daerah lain di Indonesia," ujarnya.
Momentum Positif
Ia menambahkan, apabila kontribusi sektor jasa turut diperhitungkan, posisi perdagangan Indonesia terhadap Australia justru mengalami surplus.
"Jika sektor jasa turut diperhitungkan, Indonesia justru mencatat surplus perdagangan dengan Australia. Menurut kami, hal tersebut merupakan perkembangan yang sangat positif," kata Thistlethwaite.
Pemerintah Australia berharap momentum positif tersebut dapat terus berlanjut melalui implementasi IA-CEPA, sehingga mampu membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, serta memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara di masa depan.
"Kami berharap hubungan ekonomi ini akan terus semakin kuat melalui IA-CEPA di masa mendatang," pungkasnya.