Liputan6.com, Jakarta - Samsung mulai menerapkan kebijakan baru di aplikasi Samsung Health, yang meminta persetujuan pengguna untuk memanfaatkan data kesehatan dalam pelatihan dan pemodelan kecerdasan buatan (AI).
Saat membuka aplikasi, sebagian pengguna kini disambut pemberitahuan "Consent to the Use of Health Data for AI Training and Modelling".
Advertisement
Dalam penjelasannya, disitat dari GSMArena, Selasa (14/7/2026), Samsung menyebut data kesehatan pengguna akan dimanfaatkan untuk melatih dan mengembangkan model AI, termasuk melalui proses human review, guna meningkatkan algoritma analisis kondisi kesehatan serta fitur-fitur berbasis AI di Samsung Health.
Data yang dimaksud mencakup berbagai informasi sensitif, mulai dari aktivitas fisik, catatan kesehatan, data pengobatan, hingga informasi siklus menstruasi. Pengguna memang dapat menolak atau menarik persetujuan tersebut melalui pengaturan aplikasi, tetapi Samsung memperingatkan bahwa keputusan itu akan berdampak pada layanan sinkronisasi data.
Apabila persetujuan dicabut, Samsung akan menghentikan penggunaan data untuk pelatihan AI. Namun, sebagai konsekuensinya, data kesehatan tidak lagi dapat disinkronkan ke akun Samsung.
Bahkan, data yang sebelumnya tersimpan di server Samsung akan dihapus, kecuali jika perusahaan diwajibkan menyimpannya berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah ini muncul seiring ambisi Samsung menghadirkan pengalaman kesehatan yang semakin mengandalkan AI.
Samsung Health yang diperkenalkan beberapa waktu lalu, mengumumkan berbagai fitur baru yang mampu memberikan rekomendasi olahraga, menganalisis kualitas tidur, mengevaluasi kesehatan jantung, hingga memberikan wawasan mengenai pola nutrisi pengguna melalui teknologi AI.
Kebijakan yang Tuai Sorotan
Samsung sebelumnya juga menjelaskan Samsung Health tengah berevolusi menjadi platform kesehatan berbasis AI yang menghubungkan data dari Galaxy Watch dengan analisis lebih personal.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna diharapkan memperoleh panduan kesehatan yang lebih mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Meski demikian, kebijakan baru terkait persetujuan penggunaan data ini menuai perdebatan. Sejumlah pengguna mempertanyakan apakah persetujuan tersebut benar-benar bersifat sukarela, mengingat penolakan akan menghilangkan salah satu fungsi penting Samsung Health, yakni sinkronisasi data ke akun Samsung.
Hingga saat ini, Samsung belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik mekanisme tersebut maupun wilayah yang telah menerima pembaruan ini.