Prediksi Prancis vs Spanyol: Pertarungan 2 Kekuatan Utama Eropa

Prancis dan Spanyol berhadapan pada semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas, memperebutkan tiket ke final melawan Inggris atau Argentina.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 13 Juli 2026, 18:00 WIB
Pemain depan Prancis #07, Ousmane Dembele, melepaskan tembakan melewati pemain bertahan Spanyol #24, Marc Cucurella. Kedua tim kembali bertemu di semifinal Piala Dunia 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dua kekuatan sepak bola Eropa, Prancis dan Spanyol, saling berhadapan dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Dallas, Rabu (15/7/2026), dengan pemenang akan melaju ke final untuk menghadapi Inggris atau Argentina.

Bagi Prancis, ini menandai penampilan semifinal Piala Dunia ketiga secara berturut-turut. Turnamen ini juga akan menjadi yang terakhir bagi Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis, mengakhiri masa jabatannya selama 14 tahun. Deschamps akan memimpin pertandingan Piala Dunia ke-26, sebuah rekor yang melampaui catatan Helmut Schon.

Sementara itu, Spanyol yang merupakan juara Eropa saat ini, bersiap untuk semifinal Piala Dunia kedua mereka. Ini adalah penampilan pertama mereka di babak empat besar sejak berhasil meraih gelar juara 16 tahun lalu di Afrika Selatan. Pertandingan ini diprediksi akan sangat ketat, mempertemukan dua raksasa Eropa yang tampil impresif sepanjang turnamen.


Perjalanan Impresif Prancis Menuju Empat Besar

Pemain Prancis Kylian Mbappe (10) merayakan gol bersama Ousmane Dembele (7) dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Swedia di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Selasa, 30 Juni 2026. (AP Photo/Pamela Smith)

Prancis, sebagai juara Piala Dunia dua kali, telah menunjukkan performa dominan sepanjang turnamen ini. Mereka berhasil meraih enam kemenangan beruntun, memuncaki Grup I, dan menyingkirkan Swedia, Paraguay, serta Maroko di fase gugur. Total 16 gol telah dicetak oleh Les Bleus dalam perjalanan mereka. Prancis juga menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal setelah menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0.

Dalam pertandingan perempat final melawan Maroko di Boston, kapten tim Kylian Mbappe sempat gagal mengeksekusi penalti di babak pertama. Namun, ia kemudian bangkit dengan mencetak gol pembuka dan memberikan assist untuk gol Ousmane Dembele, memastikan kemenangan timnya. Lini serang Prancis yang sangat berbahaya diperkuat oleh Mbappe, Dembele, Michael Olise, serta salah satu dari Bradley Barcola atau Desire Doue.

Secara historis, Prancis memiliki rekor yang kuat di semifinal Piala Dunia. Mereka telah berhasil lolos dari keempat semifinal terakhir mereka, bahkan memenangkan tiga pertandingan terakhir tanpa kebobolan satu gol pun. Selain itu, Prancis pernah mengalahkan Spanyol 3-1 dalam satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya di turnamen Piala Dunia, sekitar dua dekade lalu.

Lanjut Baca:

Spanyol datang ke semifinal dengan catatan yang mengesankan, terutama dalam beberapa pertemuan terakhir melawan Prancis. Mereka berhasil memenangkan tujuh dari sepuluh pertandingan terakhir melawan Les Bleus. Dua kemenangan paling menonjol terjadi di semifinal Euro 2024, di mana Spanyol menang 2-1 sebelum akhirnya menjadi juara, dan final UEFA Nations League tahun lalu dengan skor 5-4. Dalam kemenangan 5-4 atas Prancis di final UEFA Nations League, Lamine Yamal mencetak dua gol, dan Mikel Merino turut menyumbang satu gol. Mikel Merino sendiri telah mencatatkan sejarah di Piala Dunia ini sebagai pemain pertama yang mencetak gol kemenangan dalam dua pertandingan babak gugur sebagai pemain pengganti, termasuk gol telat yang mengalahkan Belgia di perempat final. Performa solid Spanyol juga terlihat dari rentetan enam clean sheet Unai Simon di Piala Dunia yang baru terhenti saat melawan Belgia. Spanyol bahkan mencatatkan rekor 600 menit tanpa kebobolan gol di putaran final Piala Dunia, melampaui Swiss dan Italia. Di bawah asuhan pelatih Luis de la Fuente, Spanyol telah menunjukkan konsistensi luar biasa. Sejak awal Piala Dunia 2018, mereka hanya kalah satu kali dari 27 pertandingan turnamen besar, tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir, dan mencatat sembilan clean sheet. De la Fuente sendiri telah memenangkan 12 dari 13 pertandingan yang dipimpinnya. Tim asuhan Luis de la Fuente juga selalu lolos dari enam pertandingan fase gugur turnamen besar yang dijalaninya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya