PT Pertamina (Persero) menambah tujuh infrastruktur hilir mulai dari kapal hingga terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan nilai investasi US$ 340 juta.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan mengatakan, penambahan infrastruktur ini untuk memperkuat bisnis hilir perseroan sekaligus mewujudkan gelar perusahaan energi kelas dunia. Salah satunya mendorong pertumbuhan dengan memperkuat bisnis niaga migas serta efisiensi distribusi BBM bersubsidi.
"Untuk itulah, Pertamina meresmikan proyek-proyek yang diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja dan tugas-tugas perseroan sebagai tulang punggung penyediaan energi nasional sekaligus memantapkan posisi perusahaan dalam bisnis niaga," kata Karen saat peresmian tujuh infrastruktur tersebut di Pulau Sambu Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2014).
Tujuh proyek yang ditambah Pertamina tersebut yaitu, penambahan kapasitas tangki penampungan terminal menjadi 300 ribu kiloliter (KL).
Selain itu, Pertamina juga memperbaiki dermaga dan menambah kapasitasnya sehingga bisa menampung kapal LR 100 ribu ton berat mati. Terminal ini juga dilengkapi terminal automatic system (TAS) dan fasilitas pencampuran solar dan minyak solar standar internasional.
Fasilitas lain yang ditambah adalah Terminal BBM Tanjung Uban. Kapasitas tangki timbun dan dermaga terminal ini masing-masing ditingkatkan menjadi 200 ribu KL dan 100 ribu ton berat mati. Terminal ini juga dilengkapi TAS dan fasilitas pencampuran untuk mogas.
"Terminal ini diperbaiki untuk meningkatkan ketahanan stok BBM nasional. Keduanya baru pada tahan pencanangan tiang pertama dan ditargetkan selesai pada 2016 nanti," tuturnya.
Pertamina juga meresmikan kapal very large gas carrier (VLGC), Pertamina Gas 1, berkapasitas 84 ribu Cubic Metric (setara dengan 50 ribu ton elpij). Kapal ini akan memperkuat armada kapal untuk memenuhi kebutuhan elpij nasional. Pertamina juga membangun fasilitas elpiji lain yaitu terminal elpij Panjang di Lampung.
Karen menambahkan, untuk memperkuat bisnis penerbangan, Pertamina juga melakukan pembangunan, relokasi maupun pembaruan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Aksi tersebut dilakukan di beberapa bandara yaitu di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Bandara Sultan Hassanudin Makassar serta Bandara Internasional Lombok.
“Peresmian proyek-proyek dengan nilai total US$ 340 juta ini sangat penting, karena keberhasilan pembangunan dan revitalisasi ini adalah bagian dari kemajuan Pertamina dan Indonesia," pungkasnya. (Pew/Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan mengatakan, penambahan infrastruktur ini untuk memperkuat bisnis hilir perseroan sekaligus mewujudkan gelar perusahaan energi kelas dunia. Salah satunya mendorong pertumbuhan dengan memperkuat bisnis niaga migas serta efisiensi distribusi BBM bersubsidi.
"Untuk itulah, Pertamina meresmikan proyek-proyek yang diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja dan tugas-tugas perseroan sebagai tulang punggung penyediaan energi nasional sekaligus memantapkan posisi perusahaan dalam bisnis niaga," kata Karen saat peresmian tujuh infrastruktur tersebut di Pulau Sambu Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2014).
Tujuh proyek yang ditambah Pertamina tersebut yaitu, penambahan kapasitas tangki penampungan terminal menjadi 300 ribu kiloliter (KL).
Selain itu, Pertamina juga memperbaiki dermaga dan menambah kapasitasnya sehingga bisa menampung kapal LR 100 ribu ton berat mati. Terminal ini juga dilengkapi terminal automatic system (TAS) dan fasilitas pencampuran solar dan minyak solar standar internasional.
Fasilitas lain yang ditambah adalah Terminal BBM Tanjung Uban. Kapasitas tangki timbun dan dermaga terminal ini masing-masing ditingkatkan menjadi 200 ribu KL dan 100 ribu ton berat mati. Terminal ini juga dilengkapi TAS dan fasilitas pencampuran untuk mogas.
"Terminal ini diperbaiki untuk meningkatkan ketahanan stok BBM nasional. Keduanya baru pada tahan pencanangan tiang pertama dan ditargetkan selesai pada 2016 nanti," tuturnya.
Pertamina juga meresmikan kapal very large gas carrier (VLGC), Pertamina Gas 1, berkapasitas 84 ribu Cubic Metric (setara dengan 50 ribu ton elpij). Kapal ini akan memperkuat armada kapal untuk memenuhi kebutuhan elpij nasional. Pertamina juga membangun fasilitas elpiji lain yaitu terminal elpij Panjang di Lampung.
Karen menambahkan, untuk memperkuat bisnis penerbangan, Pertamina juga melakukan pembangunan, relokasi maupun pembaruan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Aksi tersebut dilakukan di beberapa bandara yaitu di Bandara Kualanamu Sumatera Utara, Bandara Sultan Hassanudin Makassar serta Bandara Internasional Lombok.
“Peresmian proyek-proyek dengan nilai total US$ 340 juta ini sangat penting, karena keberhasilan pembangunan dan revitalisasi ini adalah bagian dari kemajuan Pertamina dan Indonesia," pungkasnya. (Pew/Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com