Liputan6.com, Jakarta - Konten viral berpeluang mengubah nasib dan karier seseorang. Salah satunya, terjadi pada Riandi Lamusu. Perjalanannya sebagai kreator konten dimulai pada 2020. Saat itu, ia bikin video konten lip sync yang tengah tren di TikTok. Meski terlihat sederhana, konten viral ini jadi titik awal kariernya sebagai pesohor. Seiring waktu, Riandi Lamusu sadar dunia konten menawarkan peluang lebih luas. Ia pun memperdalam pengetahuan tentang medsos dan mulai terlibat di dunia agensi Key Opinion Leader atau KOL.
Berikut profil Riandi Lamusu.Cowok bernama lengkap Ahlan Riandi Lamusu ini lahir di Langowan, 23 September 2001. Hobinya membaca dan menekuni olahraga lari. Riandi Lamusu memanfaatkan medsos sebagai ruang belajar, berbagi rekaman aktivitas sehari-hari, sekaligus mengembangkan kreativitas.
Advertisement
“Awalnya saya hanya ingin mencoba mengikuti tren yang sedang ramai. Dari situ saya belajar bagaimana membuat video yang menarik dan memahami apa yang disukai audiens,” kata Riandi Lamusu dalam interviu daring bersama awak media pada 10 Juli 2026. Setelah video konten lip sync viral, akun TikTok @riandilamusu menjaring puluhan ribu pengikut. Sejumlah merek dan produk berkolaborasi dengannya lewat format review jujur dengan bahasa yang mudah dipahami publik, tanpa mengabaikan unsur fun atau menarik.
Pengalaman tersebut jadi bekal penting dalam memahami kebutuhan brand sekaligus mempelajari strategi komunikasi digital yang efektif. Memasuki 2024, Riandi Lamusu mengubah arah konten dengan fokus mempromosikan agensi KOL yang dijalankannya.
Transformasi pada Tahun Lalu
Berbagai konten edukatif dan promosi dibuat untuk memperkenalkan layanan agensi kepada calon klien maupun kreator yang ingin berkembang di medsos. Menurut Riandi Lamusu, fase tersebut memberinya banyak pengalaman baru.Khususnya, dalam membangun kepercayaan audiens melalui konten.
“Saya belajar medsos bukan hanya soal membuat video viral, tapi bagaimana menyampaikan pesan bermanfaat dan membangun kepercayaan penonton,” ujarnya. Transformasi besar terjadi tahun lalu. Riandi Lamusu memutuskan lebih fokus jadi kreator konten review produk. Keputusan ini diambil setelah melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi jujur sebelum beli produk.“Saya membuat review apa adanya. Bagi saya, kejujuran hal paling penting agar penonton percaya dan mendapat informasi yang benar,” tutur Riandi Lamusu. Gaya penyampaian yang sederhana dan komunikatif adalah kunci.
Perjalanan Riandi Lamusu
Pengalaman sejak membuat video lip sync viral hingga mengelola agensi menjadi fondasi yang membentuk kemampuan produksi kontennya saat ini. Perjalanan Riandi Lamusu jadi bukti bahwa transformasi bagian penting dalam dunia hiburan digital yang terus berubah.“Semua proses memiliki pelajaran masing-masing. Konten lip sync mengajari saya percaya diri di depan kamera, promosi agensi mengajarkan strategi komunikasi. Konten review mengajari saya lebih bertanggung jawab terhadap informasi yang dibagikan,” jelasnya.