Liputan6.com, Jakarta - Nama Angkasa menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam ajang Dangdut Academy 8. Penyanyi dangdut asal Surabaya itu berhasil menunjukkan kualitas vokalnya hingga sukses mengamankan status academia usai lolos dari babak Final Audition.
Sebelum mengikuti kompetisi pencarian bakat tersebut, Angkasa telah aktif bernyanyi dari panggung ke panggung di daerah asalnya. Pengalaman itulah yang membentuk karakter vokalnya hingga mampu memikat perhatian para juri sejak babak audisi.
Advertisement
Perjalanan Angkasa di Dangdut Academy 8 dimulai dengan pencapaian penting saat berhasil meraih Golden Ticket pada Audisi Grup 4. Penampilannya mendapat respons positif dari jajaran juri yang terdiri atas Soimah, Dewi Perssik, dan Wika Salim.
Suara khas serta pengalaman manggung yang dimiliki Angkasa menjadi nilai lebih selama proses penilaian. Berkat penampilannya tersebut, ia berhasil mengamankan tiket menuju babak berikutnya dan melanjutkan persaingan di kompetisi.
Lolos dari Babak Final Audition
Setelah sukses melewati tahap audisi, Angkasa kembali menunjukkan kemampuannya pada babak Final Audition. Ia dinyatakan lolos di Grup 8 yang disiarkan pada 10 Juli 2026.
Penampilannya dinilai semakin matang dan menunjukkan perkembangan dibandingkan babak sebelumnya. Salah satu aksi yang mencuri perhatian adalah saat membawakan lagu "Gelas Retak" dalam tantangan yang diberikan di panggung Dangdut Academy 8.
Angkasa dinyatakan lolos menjadi academia dari babak Final Audition. Ia bergabung bersama 41 peserta lain di babak utama D'Academy 8.
Dapat Pujian dan Masukan dari Juri
Penampilan Angkasa tak hanya menuai pujian, tetapi juga mendapat sejumlah evaluasi dari para juri sebagai bekal untuk menghadapi babak berikutnya.
Dewi Perssik memberikan catatan agar Angkasa mengurangi ekspresi yang dinilai terlalu genit saat tampil di atas panggung. Menurutnya, pengendalian ekspresi akan membuat penampilan Angkasa semakin maksimal.
Sementara itu, Soimah mengapresiasi karakter vokal dan gaya bernyanyi Angkasa yang dinilai memiliki ciri khas tersendiri. Meski begitu, ia juga mengingatkan agar Angkasa lebih memperhatikan kontrol nada, terutama pada bagian bernada rendah, sehingga penampilannya bisa semakin sempurna di setiap kesempatan.