Liputan6.com, Jakarta - Suasana ceria di pasar malam Jalan Perhubungan, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa.
Sebanyak 30 orang pengunjung terjebak di ketinggian setelah wahana kincir ria atau bianglala yang mereka naiki mengalami kerusakan.
Advertisement
Mendapat laporan darurat tersebut, Tim Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Deli Serdang langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan aksi penyelamatan dramatis demi menurunkan para pengunjung yang histeris di atas wahana.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Deli Serdang Khairul Azman membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kemacetan wahana disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting pada sistem penggerak bianglala.
"Total ada 30 orang yang sempat terjebak di dalam wahana. Rinciannya, 14 anak-anak dan 16 orang dewasa. Beruntung, seluruh pengunjung berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas Damkar," ujar Khairul Azman, Minggu (12/6/2026).
Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tariganmemastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kendati demikian, seorang pekerja pasar malam dilaporkan mengalami luka-luka saat peristiwa terjadi.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan indikasi bahwa selain korsleting, wahana tersebut dipaksa beroperasi melebihi muatan yang seharusnya.
"Pengunjung yang menaiki wahana bianglala sudah penuh atau over kapasitas. Hal ini menyebabkan putaran roda tidak normal lagi hingga memicu kerusakan teknis dan membuat situasi menjadi panik," jelas Kompol Ras Maju saat dikonfirmasi via telepon.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pengelola pasar malam untuk menyelidiki standarisasi kelayakan dan sistem keselamatan wahana tersebut.
"Kami sudah meminta keterangan dari pihak pengelola untuk mengetahui sejauh mana kesiapan tingkat keamanan dan keselamatan yang mereka terapkan bagi para pengunjung," pungkas Kapolsek.