Musisi Indonesia-Malaysia Suarakan Kemanusiaan untuk Palestina Lewat Single Our Power

Bella Fawzi yang juga terlibat dalam penulisan, menjelaskan penggunaan lirik berbahasa Inggris untuk lagu kolaborasi musisi Indonesia-Malaysia ini.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 11 Juli 2026, 12:16 WIB
Musisi Indonesia-Malaysia Suarakan Kemanusiaan untuk Palestina Lewat Single Our Power. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Musisi Indonesia dan Malaysia satukan suara kemanusiaan di single berbahasa Inggris yang berjudul "Our Power". Mereka adalah Lala Karmela, Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca, Noh Salleh, Bella Fawzi, Kayda, Rebecca Reijman, Farrah Adeeba, Fia Fellow, Ibrahim Kamarudin, dan Eka Annash.

Berbalut pop pop-rock alternatif, lagu "Our Power" menjadi sebuah anthem yang mengangkat pesan solidaritas untuk Palestina. Penyanyi Lala Karmela merasa bersukur diajak terlibat dalam projek tersebut.

"Semoga lagu ini menjadi suara ekspresi dan beresonansi dengan banyak orang. Stand to humanity sampai ke Palestina," ujar Lala Karmela di M Bloc, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca menambahkan bahwa perjuangan rakyat Palestina telah menjadi pelajaran berharga tentang ketabahan dan perlawanan terhadap penindasan. Ia berharap pesan itu dapat tersampaikan kepada publik melalui lagu "Our Power".

Hal senada disampaikan vokalis The Brandals, Eka Annash. Apalagi kepeduliannya terhadap Palestina sudah tertanam sejak kecil, dan semakin kuat setelah melihat konflik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

"Memang dari orang tua kalo dulu, lihat tuh nih negara lagi dijajah. Jadi itu tertanam di kepala. Lucunya banyak band saya yang membela di Palestina. Pas 7 Oktober kemarin mata baru jadi terbuka banget. Apa pun untuk membantu men-support Palestina aku lakukan," ungkap Eka.

 


Alasan Penggunaan Lirik Bahasa Inggris

Musisi Indonesia-Malaysia Suarakan Kemanusiaan untuk Palestina Lewat Single Our Power. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Lagu "Our Power" sendiri digagas Bella Fawzi yang juga terlibat dalam penulisan lagu. Ia menjelaskan penggunaan lirik berbahasa Inggris dilakukan agar pesan perdamaian dan kemanusiaan yang dihadirkan dapat menjangkau pendengar secara global.

"Palestina sudah menjadi isu dunia. Kami berharap pesan dalam lagu ini tidak hanya sampai ke Indonesia dan Malaysia, tetapi juga ke masyarakat internasional," ujar Bella.

Produser musik Fia Fellow mengungkapkan lagu ini melibatkan 10 kolaborator dari dua negara dengan proses produksi yang dilakukan secara jarak jauh selama sekitar satu bulan. Genre pop-rock alternatif dipilih untuk menghadirkan energi dan semangat perjuangan yang kuat.


Pesan dari Ikang Fawzi

Musisi Indonesia-Malaysia Suarakan Kemanusiaan untuk Palestina Lewat Single Our Power. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Rocker senior Ikang Fawzi turut memberikan dukungan dalam proyek ini. Ia juga berpesan agar generasi muda terus berani memperjuangkan masa depan dengan idealisme mereka sendiri.

"Saya pesan, masa depan kalian tidak dari senior kalian, kalian harus rebut sendiri. Kalian harus merebut sendiri masa depan kalian. Jadi jangan terpengaruh, perjuangan kalian ya punya kalian sendiri. Generasi kalian lebih baik, ciptakan itu," pungkas Ikang Fawzi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya