Liputan6.com, Jakarta - Malam puncak The Face of Indonesia 2026 di Alam Sutera, Tangerang, Banten, 27 Juni 2026, meninggalkan sejumlah catatan berkesan. Salah satunya, penampilan artis Korea Selatan, Seo Eve. Ia tak sendiri di atas panggung. Ada tiga penari muda berbakat dari Indonesia yang mendampingi Soe Eve yakni, Tiara Paramita, Quincy Kalyani, dan Chantal Ling. Tampil dengan koreografi menawan bersama Seo Eve, tiga penari ini menyita perhatian audiens.
Tiara Paramita, Quincy Kalyani, dan Chantal Ling berbagi cerita. Chantal Ling mengaku, mulai menari sejak kecil. Awalnya ia dan kawan-kawan menyukai K-pop lalu sering mengikuti koreografi lagu-lagunya. Saat terjun ke dunia modeling, Chantal Ling, Tiara Paramita, beserta Quincy Kalyani sering dapat kesempatan tampil dan mendalami tari, dari tradisional hingga modern. “Bagi kami, menari cara untuk menyampaikan emosi, energi, dan cerita kepada penonton. Awalnya kami fokus ke K-pop dance, genre yang paling kami sukai,” kata Chantal Ling dalam wawancara daring pada 5 Juli 2026.
Advertisement
Seiring waktu, Tiara Paramita, Quincy Kalyani, dan Chantal Ling mengembangkan kapasitas ke modern dance, urban dance, hiphop, pop dance, dan tradisional. Proses belajar membuat ketiganya makin fleksibel menyesuaikan diri dengan berbagai konsep pertunjukan.
Tiara Paramita mengenang kali pertama naik panggung, yakni ikut kompetisi dance K-pop. “Saat itu kami gugup, tegang, khawatir melakukan kesalahan. Setelah tampil, kami meraih juara 2. Pengalaman itu jadi titik awal yang membuat kami makin percaya diri,” akunya.
Pengalaman Sangat Berharga
Kompetisi dance K-pop pula yang membuat Tiara Paramita, Quincy Kalyani, dan Chantal Ling makin jatuh hati pada dunia tari. Pencapaian paling membanggakan saat dipercaya menjadi back-up dancer Seo Eve.
“Bekerja sama dan tampil bersama penyanyi profesional adalah pengalaman sangat berharga sekaligus memotivasi kami terus berkembang. Tampil di Face of Indonesia 2026 menjadi pengalaman berkesan,” ujar Tiara Paramita.
Awalnya Gugup
Quincy Kalyani menambahkan, persiapan menjadi penari latar Seo Eve sekitar satu minggu dengan empat lagu yang harus dipelajari di tengah padatnya jadwal. Mulanya, Quincy Kalyani dan teman-temannya gugup.
“Awalnya gugup, tapi setelah di atas panggung kami justru menikmati tiap penampilan. Di akhir acara, kami lega, bangga, dan bersyukur karena semuanya berjalan sesuai harapan,” Quincy Kalyani menyambung.
Sesuaikan Diri Dengan Berbagai Konsep
Berkaca pada pengalaman, Tiara Paramita, Quincy Kalyani, dan Chantal Ling menyimpulkan sesuatu yang dikerjakan dengan cinta akan membuka jalan sukses baik di level kompetisi maupun kerja profesional.
Kisah sukses mereka dimulai dari kompetisi dance K-pop. “Pengalaman membuat kami lebih fleksibel menyesuaikan diri dengan berbagai konsep pertunjukan,” Tiara Paramita mengakhiri. Selamat, ya!