Liputan6.com, Jakarta - Pesohor Meiline Tenardi membahas kehidupan wanita karier, baru-baru ini. Kesibukan sering membuat seseorang merasa produktif. Namun di balik padatnya jadwal, berbagai pencapaian, dan peran yang dijalani, tak sedikit wanita lupa memberi ruang untuk diri sendiri. Merespons fenomena ini, Meiline Tenardi bikin workshop “When Life Feels Empty: Finding Meaning, Connection and Yourself Again,” di Jakarta, 24 Juli 2026. Workshop ini digelar berlandaskan kepedulian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis kaum hawa.
Workshop diikuti sekitar 150 peserta dari profesional, entrepreneur, komunitas, dan umum. Selama sehari, peserta diajak melihat pentingnya membangun hubungan sehat dengan diri sendiri sebagai fondasi dalam menjalani aneka peran kehidupan. “Kita terbiasa meluangkan waktu untuk keluarga, pekerjaan, bisnis, dan berbagai tanggung jawab sosial.
Advertisement
Namun kita sering lupa menyediakan waktu untuk mendengar diri sendiri. Padahal kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” kata Meiline Tenardi.Pesohor dengan 59 ribuan pengikut di Instagram ini menyebut, workshop “When Life Feels Empty” menghadirkan tiga bintang tamu yakni Ratih Ibrahim (senior clinical psychologist), Ineke Machdi (breathwork facilitator), dan Antaresa Hendita (counselling practitioner).
Lewat workshop ini, Meiline Tenardi mengajak sesama perempuan tak lupa menyayangi diri sendiri. Selain sesi edukasi dan diskusi interaktif, workshop juga menghadirkan pengalaman refleksi, breathwork, serta layanan pemeriksaan kesehatan.
Ambil Jeda Sejenak
Selain selebritas, Meiline Tenardi sendiri dikenal sebagai Founder Komunitas Perempuan Peduli dan Berbagi (KPPB). Dalam workshop “When Life Feels Empty,” ia mengajak kaum hawa berani ambil jeda sejenak. “Melalui workshop ini, kami berharap makin banyak perempuan memiliki keberanian untuk berhenti sejenak, mengenali diri, dan membangun kehidupan yang tak hanya dipenuhi aktivitas, tapi juga makna,” ujarnya ketika dihubungi awak media, pekan ini.
Dalam kesempatan itu, Meiline Tenardi menyampaikan pesan sederhana kepada seluruh peserta, bahwa kesibukan sehari-hari bisa mengisi kalender kita, tetapi belum tentu mengisi hati dan jiwa kita.“Kesibukan bisa mengisi kalender, tapi belum tentu mengisi hati dan jiwa kita. Semoga tiap perempuan pulang hari ini membawa ilmu, juga keberanian untuk lebih mendengarkan diri sendiri, dan menjalani hidup lebih bermakna,” ungkap Meiline Tenardi.
Kesepian dan Rasa Hampa
Sementara itu, Ratih Ibrahim membahas kesepian (loneliness) dan rasa hampa (emptiness) dalam workshop. Menurutnya, kesepian dan rasa hampa bukanlah pengalaman yang sama.“Seseorang bisa memiliki relasi sosial yang baik tapi tetap merasa kehilangan makna dalam hidupnya. Karena itu penting bagi kita membangun hubungan sehat, bukan hanya dengan orang lain, tapi juga dengan diri sendiri,” ucap Ratih Ibrahim.