Liputan6.com, Jakarta - Muhammad Syafiq memulai perjalanannya di babak Final Audition D'Academy 8 dengan membawa semangat besar untuk terus berkembang. Kontestan asal Nunukan, Kalimantan Utara, yang tergabung dalam Grup 4 itu mengaku banyak mendapat pelajaran setelah tampil di hadapan para juri.
Meski sempat diliputi rasa gugup, Syafiq memilih menerima setiap evaluasi sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan bernyanyinya.
Advertisement
"Kata mereka nada kamu banyak yang getar, jadi harus banyak belajar. Jadi makanya harus masuk ke DA 8 untuk belajar menyanyi," ujar Syafiq saat ditemui di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Jumat (3/7/2026).
Kritik Juri Jadi Penyemangat
Bagi Syafiq, masukan dari para juri bukan menjadi penghalang untuk melangkah. Sebaliknya, ia semakin termotivasi untuk terus berlatih agar bisa tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
"Saya sebenarnya lebih ke optimis dan tidak pernah mengucapkan kata yakin. Tapi insyaallah semoga keberkahan ada dan diberikan rezeki saya tetap berharap untuk bisa lolos ke tahap selanjutnya," ungkapnya.
Ia juga menilai persaingan di D'Academy 8 semakin kompetitif. Menurutnya, banyak peserta muda yang datang dengan kemampuan vokal yang sangat baik.
"Teman-teman lain tentunya oke-oke banget dan standar Dangdut Academy itu sekarang sudah naik banget. Apalagi sekarang itu banyak yang muda-muda dan berbakat tentunya," katanya.
Siap Terima Apa Pun Hasilnya
Jika perjalanannya di D'Academy 8 harus berakhir, ia bertekad tetap belajar dan mencari kesempatan lain untuk mengembangkan karier di dunia musik dangdut.
"Yang pertama bersyukur dan tentunya tetap semangat untuk bangkit lagi, belajar lebih banyak lagi supaya bisa menjelajah dunia dangdut, mungkin bukan di sini tapi di daerah lainnya atau lewat jalur lain," pungkasnya.