Tim asuhan Claudio Ranieri itu tengah di atas angin. Bermain di Stade Louis II, Minggu (9/2/2014) atau Senin dinihari WIB tentu menjadi suatu keuntungan sendiri bagi Monaco. Sejak dibeli oleh taipan asal Rusia, Dmitry Rybolovlev, Monaco menjelma jadi salah satu tim yang disegani di kancah Ligue 1.
Lompatan signifikan mampu dibuat Eric Abidal dan kawan-kawan musim ini. Tercatat, dari 5 partai terakhir, Monaco tidak terkalahkan, termasuk saat menekuk raksasa Prancis lainnya, Olympique Marseille dengan skor 2-0.
Namun, absennya mesin gol Radamel Falcao sepertinya mulai memberikan imbas berarti buat Monaco. Indikatornya saat tim berjuluk The Rouge et Blanc itu ditahan imbang Lorient 2-2 di pertandingan sebelumnya.
Hadirnya sosok mantan striker Manchester United (MU), Dimitar Berbatov diharapkan bisa memberikan perbedaan saat menghadapi PSG. Berbatov dipinjam Monaco untuk menambal lubang yang ditinggalkan Falcao.
Mencermati rekor pertemuan, PSG bisa difavoritkan keluar sebagai pemenang. Pasalnya, dari 5 pertemuan terakhir, Monaco hanya mampu memetik sekali kemenangan. Itu terjadi empat tahun silam, tepatnya di ajang Ligue 1 pada 21 Januari 2010.
Dalam jumpa pers jelang pertandingan, Ranieri mencoba bersikap realistis mencermati kekuatan PSG yang telah kembali. "Pertandingan sangat bagus. Ini kesempatan baik untuk mengukur diri sendiri. Terpenting, bagi saya pemain mendapat pengalaman. Harus kami akui, PSG lebih baik dari kami. Kami tentu berharap (bisa menang) tetapi penting bersikap realistis."
Bagi Ranieri, PSG memiliki kelebihan mampu menguasai bola dengan baik. Bermain cerdas dan efektif akan menjadi kunci Monaco untuk membendung serangan PSG. Sadar bakal menghadapi lawan kuat, Ranieri meminta tim asuhannya mengeluarkan kemampuan 120 persen saat menjamu PSG. "Saya mengamati, PSG bisa memetik kemenangan dalam meski dalam kondisi 80%. Karena itu, kami harus berada dalam ko