Anggota Teroris Poso Diduga Lebih dari 10 Orang

Namun, apakah Santoso sang gembong teroris itu berada di kamp pelatihan tersebut saat baku tembak terjadi belum dapat dipastikan.

oleh Edward PanggabeanDiterbitkan 07 Februari 2014, 15:05 WIB
Kepolisian menduga kelompok teroris jaringan Santoso yang berada di kamp pelatihan kawasan perbukitan Gunung Biru, Desa Taunca, Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah, berjumlah lebih dari 10 anggota. Namun, apakah Santoso sang gembong teroris itu berada di kamp pelatihan tersebut saat baku tembak terjadi? Belum dapat dipastikan.

"Pastinya lebih, diperkirakan ada 10 orang. Berdasarkan dari perlawanan, pergerakan yang ditunjukan diestimasikan 10 orang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (7/2/2014).

"Sepertinya dia (Santoso) tidak ada (dari 10 pelaku)," ujar Boy.

Namun mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menegaskan, pihaknya akan terus berupaya mencari Santoso dan para pelaku teroris lainnya dari 2 pelaku yang tewas didor saat baku tembak tersebut. Polri tak akan membiarkan aktivitas teror mengancam masyarakat. Polisi tengah mempersempit ruang gerak terduga teroris.

"Kalau perlu ditangkap hidup-hidup," tegas Boy.

Sementara dari 2 pelaku yang tewas saat baku tembak, baru 1 orang tersangka yang sudah teridentifikasi bernama Fandi. Satu lainnya, masih diidentifikasi.

Mabes Polri pun akan melibatkan Tim Disaster Victim Identification untuk mengetahui data antemortem maupun postmortem pelaku. Bahkan, untuk mengetahui identitas pelaku polisi akan mengambil contoh DNA pihak keluarga.

Boy menambahkan, bahwa kelompok teroris itu telah lama teridentifikasi. Namun, mereka selalu berpindah-pindah mencari daerah yang aman. Karenanya, kemarin kepolisian yang mengetahui informasi itu melakukan patroli mendeteksi keberadaan mereka.

Saat baku tembak terjadi para pelaku yang kabur tidak melakukan penyanderaan terhadap warga. Kendati, saat terdesak dan turun gunung mereka melewati pemukiman warga. (Mut/Ism)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya