INDF Tebar Dividen Rp 290 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

Berikut jadwal pembagian dividen PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) untuk tahun buku 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 Juli 2026, 10:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 2,54 triliun. Dividen yang dibagikan pemegang saham itu setara Rp 290 per saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (3/7/2026), pembagian dividen Indofood Sukses Makmur sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026.

Perseroan membagikan dividen tahun buku 2025 dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 10,68 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 61,45 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 120,23 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 26 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 6 Juli 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 7 Juli 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 8 Juli 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 9 Juli 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 8 Juli 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 29 Juli 2026

Mengutip data RTI, Jumat,3 Juli 2026 saat dipantau pukul 10.50 WIB, harga saham INDF naik 1,48% menjadi Rp 6.875 per saham. Harga saham INDF dibuka menguat menjadi Rp 6.825 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 6.775 per saham. Saham INDF berada di level tertinggi Rp 6.900 dan terendah Rp 6.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 903 kali dengan volume perdagangan saham 12.103 saham. Nilai transaksi Rp 8,3 miliar.

Kinerja 2025

Ilustrasi Laporan Keuangan atau Laba Rugi. Foto: Freepik/ pch.vector

Sebelumnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menunjukkan kinerja kuat sepanjang 2025, dengan pertumbuhan laba dan pendapatan yang tetap stabil meski menghadapi tekanan makroekonomi. Hal ini menegaskan kembali kekokohan model bisnis terintegrasi Perseroan.

Melansir laporan keuangan perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), INDF membukukan laba bersih sebesar Rp 10,68 triliun, naik 23,6% dibandingkan Rp 8,64 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, penjualan bersih konsolidasi mengalami kenaikan 7% menjadi Rp 123,49 triliun dari Rp 115,79 triliun. Dari sisi operasional, pendapatan operasi meningkat 6% menjadi Rp 24,57 triliun dari Rp 23,09 triliun, dengan margin operasi tetap stabil di level 19,9%. 

Namun, laba inti naik tipis 1% menjadi Rp 11,39 triliun dari Rp 11,34 triliun, mencerminkan adanya tekanan biaya pada level operasional.

Kontributor utama pendapatan tetap berasal dari segmen produk konsumen bermerek dengan pendapatan Rp 75,37 triliun, diikuti segmen Bogasari Rp 24,50 triliun, agribisnis Rp 16,19 triliun, serta distribusi Rp 7,42 triliun sepanjang 2025.

 

 

Aset Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Dari sisi neraca, total aset INDF naik menjadi Rp 217,98 triliun dari Rp 201,71 triliun pada akhir 2024. Liabilitas juga meningkat menjadi Rp 97,74 triliun dari Rp 92,72 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp 120,23 triliun dari Rp 108,99 triliun. 

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim menuturkan, di tengah kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Indofood tetap berada pada posisi yang baik dengan membukukan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal.

"Ke depannya, kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ujar dia dikutip dari keterangan resmi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya