BEI Soroti HATM dan DGWG, Kepemilikan Saham Terkonsentrasi di Atas 96%

Ada dua saham tambahan yang masuk daftar saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) pada awal Juli 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 Juli 2026, 19:16 WIB
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) terhadap dua saham. Saham itu antara lain PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (2/7/2026), BEI mengumumkan berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham pada 30 Juni 2026, saham HATM dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham. Secara agregat pemegang saham itu menguasa 96,09% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat HATM.

Demikian juga dengan kepemilikan saham DGWG yang diumumkan BEI pada 1 Juli 2026. BEI menyebutkan, atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 25 Juni 2026, saham perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 97,35% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat DGWG.

“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan ada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di pasar modal,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Mengutip data RTI, saham HATM ditutup naik 7,82% menjadi Rp 386 per saham. Harga saham HATM dibuka turun dua poin menjadi Rp 356 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 358 per saham. Harga saham HATM berada di level tertinggi Rp 386 dan terendah Rp 354 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.008 kali dengan volume perdagangan saham 223.588 saham. Nilai transaksi Rp 8,3 miliar.

Selain itu, harga saham DGWG juga ditutup di zona hijau. Harga saham DGWG menguat 2,82% menjadi Rp 292 per saham. Saham DGWG dibuka stagnan di Rp 284 per saham. Harga saham DGWG berada di level tertinggi Rp 294 dan terendah Rp 284 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.507 kali dengan volume perdagangan saham 123.296 saham. Nilai transaksi Rp 3,6 miliar.

BEI dan KSEI Umumkan Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi, Simak Manfaatnya

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026).

Pelaksana tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyampaikan publikasi HSC merupakan praktik yang telah diterapkan di berbagai bursa global, termasuk Hong Kong Stock Exchange, terutama dalam merespons isu konsentrasi kepemilikan saham.

Jeffrey menjelaskan, pengumuman HSC bertujuan memberikan gambaran kepada publik terkait tingkat kepemilikan saham yang terpusat pada pihak tertentu. Informasi ini diharapkan dapat membantu investor dalam mempertimbangkan keputusan investasi secara lebih matang.

"HSC merupakan pengumuman kepada publik di mana terdapat kepemilikan saham kuasa pusat saham yang terkonsentrasi pada sejumlah persentil penghubungan saham,” kata Jeffrey dalam Konferensi Pers dan Sosialisasi Capaian Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan, status HSC tidak serta-merta mencerminkan adanya pelanggaran di pasar modal, termasuk terkait ketentuan free float. Dengan kata lain, saham yang masuk dalam daftar ini belum tentu melanggar aturan yang berlaku.

"Nanti ada pertanyaan kalau terkonsentrasi sekian persen, apakah tidak memenuhi ketentuan free float. Jawabannya, tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran apapun di bidang pasar modal,” ujarnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya