UNTR Siapkan Buyback Saham Rp 2 Triliun

PT United Tractors Tbk (UNTR) buyback saham mulai Rabu, (1/7/2026).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 01 Juli 2026, 17:56 WIB
Komatsu, produk PT United Tractors Tbk (Foto: Laman United Tractors)

Liputan6.com, Jakarta - PT United Tractors Tbk (UNTR) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham maksimal Rp 2 triliun. Upaya ini dilakukan guna memperkuat kepercayaan investor sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu (1/7/2026) Perseroan yang bergerak di bidang perdagangan besar atau distribusi alat berat itu menyatakan pelaksanaan buyback akan dimulai pada 1 Juli 2026 hingga 30 September 2026. Dana yang digunakan seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan, tanpa memanfaatkan pinjaman maupun hasil penawaran umum.

Dalam keterbukaan informasi, United Tractors menyebutkan nilai pembelian kembali saham ditetapkan sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun, di luar biaya transaksi seperti komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Jumlah saham yang akan dibeli kembali akan disesuaikan dengan harga pasar selama periode buyback.

Namun, pelaksanaannya tetap mengacu pada ketentuan bahwa jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Selain itu, perusahaan memastikan porsi saham yang beredar di publik (free float) setelah pelaksanaan buyback tidak akan turun di bawah batas minimum 15% dari modal ditempatkan dan disetor, sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 13 Tahun 2023. Perseroan juga memiliki fleksibilitas untuk menghentikan pelaksanaan buyback lebih awal apabila dana Rp 2 triliun telah seluruhnya digunakan atau berdasarkan pertimbangan manajemen sebelum berakhirnya periode yang telah ditetapkan.

 

 

Klaim Tak Ganggu Kinerja Keuangan

PT United Tractors Tbk (UNTR) (Foto: United Tractors)

Manajemen United Tractors menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Hal itu karena Perseroan memiliki posisi modal dan arus kas yang dinilai memadai untuk membiayai aksi korporasi tersebut sekaligus menjalankan kegiatan usaha secara normal.

Perseroan juga menyatakan penggunaan dana internal untuk buyback tidak akan mengganggu kebutuhan pendanaan operasional maupun rencana bisnis yang telah disusun.

Melalui aksi korporasi ini, United Tractors berharap dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap nilai fundamental saham Perseroan. Buyback juga diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.

Selain itu, saham hasil pembelian kembali akan menjadi saham treasuri yang dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pengelolaan struktur permodalan jangka panjang. Perseroan menyebut saham treasuri tersebut dapat dijual kembali pada waktu yang dinilai optimal apabila di kemudian hari perusahaan memerlukan tambahan modal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya