Liputan6.com, Jakarta - Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru, Lampung Selatan mulai beroperasi, sebanyak 413 peserta didik dari berbagai wilayah akan menjalani pendidikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, seluruh siswa dijadwalkan mulai masuk asrama pada 13 Juli 2026, sehari sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah menuntaskan seluruh persiapan operasional agar sekolah berkonsep asrama tersebut siap digunakan.
Advertisement
"InsyaAllah, sebelum MPLS dimulai, seluruh peserta didik dijadwalkan masuk asrama pada 13 Juli 2026," kata Jihan, Rabu (1/7/2026).
Jihan menjelaskan, Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru akan menampung 413 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Dari total tersebut, sebanyak 270 orang merupakan peserta didik baru.
Sementara itu, 71 siswa dipindahkan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan dan 72 siswa berasal dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung, baik yang melanjutkan pendidikan maupun peserta didik baru.
Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, seluruh peserta didik akan mengikuti serangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, open house, hingga doa bersama.
"Mereka akan mengikuti pemeriksaan kesehatan, kegiatan open house, hingga doa bersama sebagai rangkaian awal sebelum proses belajar mengajar dimulai," jelas Jihan.
Selain di Kota Baru, Pemprov Lampung juga mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat Permanen yang berlokasi di kawasan Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Menurut Jihan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi upaya mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui sistem pendidikan berasrama.
"Melalui Sekolah Rakyat, kita berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing," bebernya.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, mengatakan Sekolah Rakyat Permanen di wilayahnya akan menerima 270 peserta didik baru. Selain itu, terdapat 64 siswa yang sebelumnya telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat rintisan.
"Untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masing-masing menerima 90 siswa, sehingga total ada 270 peserta didik baru," kata Ela.
Ia menilai kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Ini adalah ikhtiar bersama agar anak-anak dari keluarga yang membutuhkan memperoleh kesempatan belajar yang sama," ujar Ela.