Liputan6.com, Jakarta - Video yang memperlihatkan dua kelompok remaja diduga terlibat tawuran di Jalan Laksamana R.E. Martadinata, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, viral di media sosial.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) itu memicu keresahan warga karena para remaja terlihat saling kejar sambil membawa benda menyerupai senjata tajam dan bambu panjang.
Advertisement
Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima Liputan6.com, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026 sekitar pukul 02.30 WIB.
Dalam video itu, dua kelompok remaja tampak saling berhadapan di tengah jalan hingga membuat arus lalu lintas sempat terganggu.
Sejumlah warga dan pengendara yang melintas mengaku memilih memutar balik kendaraan karena khawatir menjadi korban salah sasaran. Aksi tersebut pun memicu kekhawatiran masyarakat sekitar setelah videonya menyebar luas di media sosial.
Menanggapi video viral tersebut, Kapolsek Teluk Betung Timur, AKP Dailami membantah adanya tawuran antarkelompok seperti yang ramai diperbincangkan.
Menurutnya, peristiwa itu lebih mengarah pada aksi kenakalan remaja yang dilakukan anak-anak usia SMP.
"Sudah selesai. Malam itu juga anggota datang ke lokasi dan langsung membubarkan mereka. Anak-anaknya kemudian dikumpulkan. Besoknya kami panggil pamong setempat, tokoh masyarakat, Babinsa, serta keluarga mereka untuk diberikan pembinaan," kata Dailami dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Tak Temukan Sajam
Dia menegaskan, polisi tidak menemukan maupun mengamankan senjata tajam saat petugas tiba di lokasi karena para remaja telah lebih dulu membubarkan diri.
"Kalau tawuran biasanya jelas antar kelompok atau antarwilayah. Ini bukan seperti itu. Mereka hanya anak-anak sekitar yang gaya-gayaan, lalu videonya tersebar di media sosial sehingga terkesan seperti tawuran besar," jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polsek Teluk Betung Timur bersama aparatur kelurahan, Babinsa, Linmas, dan warga akan meningkatkan patroli serta mengaktifkan kembali ronda malam pada jam-jam yang dianggap rawan, terutama saat akhir pekan.
"Ke depan jadwal ronda akan diperkuat pada jam-jam rawan. Harapannya, aktivitas kenakalan remaja seperti ini tidak terulang lagi," tandasnya.