Warga Dikepung Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Bayi Diungsikan ke Hotel

Bupati berjanji maksimalkan proses pemadaman.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 01 Juli 2026, 14:15 WIB
Puluhan Warga Terdampak Kebakaran Jatiwaringin Tangerang Mengungsi (Foto: Pramitha/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) yang terdampak dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, mengungsi di Kantor Desa Mekar Bakti, Kecamatan Rajeg. Mereka mengungsi sejak Selasa malam, 30 Juni 2026 mengungsi lantaran asap tebal pekat mulai menghampiri permukiman.

"Pas kemarin sesak, bau gitu kan, terus dievakuasi ke kantor desa, Alhamdulillah enggak papa, sudah di cek juga sama dokternya. Saya harap, kebakarannya juga cepat bisa dipadamin,"ujar Rodiah, salah seorang warga.

Bahkan ada salah seorang kepala keluarga yang memiliki bayi, memilih mengungsi keluar dari desa dan menginap di hotel terdekat.

 

Optimalkan Pemadaman

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, sudah mengunjungi warga untuk memastikan mereka tertangani dengan baik.

"Saya menerima data ada 30 kepala keluarga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin, tepatnya di Kecamatan Rajeg. Dari kondisi ini, pemerintah telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan warga dapat terevakuasi dan tertangani, terlayani dengan maksimal," kata Maesyal.

Saat ini, di Kantor Desa Mekar Bakti, yang menjadi lokasi pengungsian, pihaknya menyiagakan 2 dokter untuk memastikan kondisi kesehatan warga setempat, berikut dengan tenaga kesehatan yang berjaga.

"Untuk tenaga kesehatannya standby, mereka berjaga di lokasi pengungsian sementara, khawatir ada warga yang memang perlu bantuan. Di sini juga kita siagakan dokter, memastikan kesehatan warga. Alhamdullillah, sejauh ini warga yang terdampak dalam kondisi sehat," ujarnya.

Maesyal memastikan pihaknya melakukan percepatan pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin dengan proses jakur darat ataupun udara.

"Insa Allah bisa cepat tertangani, kami juga memadamkan api lewat jalur darat, dan udara dibantu helikoter water bombing dari BNPB,"katanya.

Pengakutan Sampah Tak Terganggu

Terpisah, Dinas Lingkungan Hidup memastikan kebakaran TPA Jatiwaringin tidak akan menggangu pengangkutan sampah warga.

"Proses angkut dan pembuangan sampah enggak terhambat. Karena pembuangan kan di sebelah kiri sana, masih tetep jalan, dan itu tidak terdampak, dan jauh dari titik api. Jadi pelayanan tetap kita lanjutkan, kita laksanakan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat.

Pemkab juga memastikan, kebakaran TPA Jatiwaringin tak akan mempengaruhi PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik). Sebab, titik kebakaran tidak berada di dekat lahan yang sudah disiapkan untuk proyek PSEL.

"Seharusnya sih enggak (pengaruh) ya. Kita upayakan tumpukan sampah ini dijauhkan dari rencana lahan yang untuk PSEL," katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya