Liputan6.com, Jakarta - Konser Guns N' Roses di Jakarta resmi masuk dalam daftar pertunjukan musik internasional paling dinantikan tahun ini. Band rock legendaris asal Amerika Serikat itu dijadwalkan mengguncang Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 21 November 2026 sebagai bagian dari rangkaian tur dunia mereka.
Di balik besarnya antusiasme penggemar, ada fakta menarik yang diungkap promotor. Rajawali Indonesia menyebut Guns N' Roses merupakan artis internasional dengan bayaran tertinggi yang pernah mereka datangkan sepanjang sejarah penyelenggaraan konser.
Advertisement
Hal tersebut semakin menegaskan bahwa konser ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan salah satu proyek terbesar yang pernah digarap promotor tersebut di Indonesia.
Rajawali Indonesia: Guns N' Roses Jadi Artis Termahal yang Pernah Didatangkan
Founder Rajawali Indonesia, Anas Alimi, mengakui menghadirkan Guns N' Roses bukan perkara mudah. Selain menyandang status sebagai salah satu band rock terbesar di dunia, grup yang digawangi Axl Rose, Slash, dan Duff McKagan juga masuk kategori musisi kelas dunia dengan biaya penampilan yang sangat tinggi.
"Kalau soal itu (bayaran) yang termahal. Karena ini kan jajaran band tier A ya," ungkapnya saat jumpa pers di Artotel Senayan, Jakarta, Jumat (26/6).
Meski nilai kontraknya sangat besar, Rajawali Indonesia menilai biaya tersebut sepadan dengan reputasi Guns N' Roses yang hingga kini masih aktif menggelar tur dunia dan memiliki basis penggemar yang sangat besar.
Jakarta Jadi Satu dari Dua Kota di Asia Tenggara
Tak hanya menjadi konser tunggal di Indonesia, penampilan Guns N' Roses di Jakarta juga memiliki nilai eksklusif. Pasalnya, Jakarta menjadi satu dari hanya dua kota di Asia Tenggara yang masuk dalam jadwal tur dunia mereka. Kota lainnya adalah Singapura.
Hal ini diperkirakan akan menarik kehadiran penonton dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara-negara tetangga.
"Jadi memang ini dalam rangkaian tour, World Tour-nya si GNR di Jakarta. Dan di Asia Tenggara ini hanya Jakarta dan Singapura. Negara lain gak ada, begitu. Untuk Asia Tenggara, gitu," ujar Founder Rajawali Indonesia, Anas Alimi.