Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Inggris bersama Financial Conduct Authority (FCA) semakin mendekati tahap akhir penyusunan regulasi baru untuk industri aset kripto. Dalam aturan tersebut, perusahaan kripto diperkirakan wajib memperoleh izin resmi dari FCA paling lambat pada 2027.
Kebijakan ini menjadi langkah terbesar Inggris dalam membawa industri kripto ke dalam pengawasan sektor keuangan secara penuh. Selama ini, sebagian besar perusahaan aset digital hanya diwajibkan mendaftar untuk memenuhi aturan pencegahan pencucian uang atau anti-money laundering (AML).
Advertisement
Dikutip cari CoinMarketCap, Selasa (30/6/2026), melalui kerangka regulasi yang baru, perusahaan tidak lagi cukup hanya terdaftar. Mereka harus mengantongi otorisasi penuh dari FCA agar dapat terus menawarkan layanan kepada masyarakat Inggris.
Aturan baru ini akan berlaku bagi berbagai pelaku industri kripto, mulai dari bursa aset digital, penyedia layanan kustodian, broker, hingga perusahaan yang menyediakan dompet digital maupun layanan perantara transaksi kripto.
FCA juga telah menerbitkan sejumlah dokumen yang menjelaskan arah kebijakan tersebut. Langkah ini menunjukkan bahwa regulator tengah menyiapkan sistem perizinan yang lebih komprehensif bagi industri aset digital.
Meski demikian, pemerintah Inggris masih menyusun rincian mengenai aktivitas apa saja yang wajib memperoleh izin serta jadwal implementasi final dari kebijakan tersebut.
Pencegahan Pencucian Uang
Dalam sistem yang berlaku saat ini, perusahaan kripto di Inggris hanya diwajibkan mendaftar ke FCA untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan pencegahan pencucian uang.
Namun, skema baru akan meningkatkan standar tersebut secara signifikan. Perusahaan nantinya harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti kecukupan modal, tata kelola perusahaan yang baik, sistem kepatuhan yang kuat, hingga perlindungan konsumen.
Langkah Inggris ini sejalan dengan tren global yang mulai memperketat regulasi aset digital. Amerika Serikat, misalnya, juga tengah merampungkan aturan mengenai stablecoin melalui rancangan GENIUS Act.
Apabila tenggat waktu 2027 resmi diterapkan, perusahaan memiliki waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Dalam proses memperoleh izin FCA, perusahaan harus mampu membuktikan memiliki kondisi keuangan yang sehat, manajemen yang memenuhi standar regulator, sistem kepatuhan yang memadai, serta struktur tata kelola yang jelas.
Perusahaan yang diperkirakan paling terdampak meliputi bursa kripto, broker aset digital, penyedia layanan kustodian, dompet digital (wallet), hingga berbagai penyedia jasa lain yang memfasilitasi transaksi aset kripto bagi masyarakat Inggris.
Bagi perusahaan yang saat ini masih beroperasi dengan status registrasi sementara, mereka harus beralih ke sistem perizinan baru atau menghentikan aktivitas usaha yang masuk dalam kategori layanan yang diatur regulator.
Beban untuk Perusahaan Rintisan
Perubahan aturan tersebut juga diperkirakan meningkatkan beban kepatuhan bagi pelaku industri, terutama perusahaan rintisan (startup) dan perusahaan berskala kecil.
Proses memperoleh izin FCA umumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan karena perusahaan harus menyiapkan rencana bisnis yang rinci, sistem pelaporan kepada regulator, hingga mekanisme penanganan keluhan pelanggan.
Sebaliknya, perusahaan besar yang telah memiliki modal kuat dan infrastruktur kepatuhan dinilai lebih siap memenuhi persyaratan sebelum tenggat waktu.
Di sisi lain, hadirnya aturan yang lebih jelas diyakini dapat mengurangi ketidakpastian bagi perusahaan yang ingin masuk atau tetap beroperasi di pasar Inggris. Kerangka regulasi yang pasti akan memudahkan perusahaan menyusun strategi kepatuhan dibandingkan harus beroperasi di tengah aturan yang belum jelas.
Meski begitu, konsekuensinya adalah biaya operasional yang lebih tinggi. Sebagian perusahaan berpotensi memilih keluar dari pasar Inggris apabila tidak mampu memenuhi standar baru tersebut. Sebaliknya, perusahaan yang berhasil memperoleh izin FCA sejak awal diperkirakan akan memiliki keunggulan kompetitif karena lebih dipercaya oleh investor maupun konsumen.