BitMine Beli Ethereum Rp 769,79 Miliar

BitMine akumulasi ethereum (ETH) di tengah harga kripto yang tertekan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 Juni 2026, 10:00 WIB
Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pengelola aset Ethereum, BitMine Immersion Technologies menambahkan Ethereum (ETH) hampir US$ 43 juta atau Rp 769,97 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.910) ke simpanannya. Hal ini dilakukan di tengah koreksi harga kripto pekan lalu, dan perusahaan pengelola bitcoin Strategy memilih tidak mengakumulasi bitcoin (BTC).

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Selasa (30/6/2026), BitMine kini memegang lebih dari 5,7 juta ethereum senilai US$ 9 miliar atau Rp 161,15 triliun. Selain itu, BitMine juga memegang sekitar 206 bitcoin senilai US$ 12,3 juta atau Rp 220,24 miliar.

"Minggu lalu merupakan minggu yang menantang bagi investor kripto karena ETH turun 8%, bahkan ketika Ethereum menyaksikan perkembangan positif yang signifikan seperti pembentukan Ethlabs, dan bahkan Bank of England melonggarkan pendiriannya terhadap stablecoin," ujar Chairman BitMine, Tom Lee, dalam sebuah pernyataan.

Ethlabs, laboratorium penelitian dan pengembangan nirlaba baru yang didedikasikan untuk memperjuangkan masa depan jaringan Ethereum dan aset aslinya, didukung secara finansial oleh BitMine dan perusahaan pengelola aset pesaing, Sharplink.

Lee menegaskan, masa depan kripto terlihat cerah, dan mengatakan perusahaan "tetap fokus pada jangka panjang,”. Ia menyoroti faktor-faktor pendukung seperti pembayaran berbasis agen dan adopsi institusional terhadap infrastruktur kripto.

"Kita mendekati akhir kuartal Juni, dan tidak mengherankan melihat 'penataan ulang' yang menyebabkan investor mengurangi kepemilikan mereka pada aset yang telah jatuh dalam tiga bulan terakhir," tutur dia.

Aset utama perusahaan, ETH, kini telah jatuh 22% dalam perdagangan bulan lalu. Baru-baru ini diperdagangkan pada harga US$ 1.567 atau Rp 28,05 juta. Pada harga tersebut, ETH kini 68% di bawah harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 4.946 atau Rp 88,56 juta.

 

Kinerja Bitcoin

Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Bitcoin berkinerja sedikit lebih baik, turun 19% dalam perdagangan bulan lalu dan lebih dari 52% dari harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 126.080 atau Rp 2,25 miliar, diperdagangkan pada Senin di harga US$ 59.324 atau Rp 1,06 miliar.

Seiring dengan penurunan aset utama perusahaan, saham BitMine (BMNR) juga ikut turun. Saham perusahaan tersebut telah jatuh hampir 17% dalam lima hari perdagangan terakhir dan lebih dari 31% dalam sebulan terakhir perdagangan, baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 13,21, turun sekitar 2,6% sejauh ini pada Senin.

Saham sekarang turun lebih dari 91% dari harga tertinggi 52 minggu sebesar US$ 161 yang ditetapkan tak lama setelah perusahaan mengadopsi strategi perbendaharaan Ethereum pada Juni lalu.

 

Model Bisnis Strategy

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Model pengumpulan kripto tersebut dipelopori oleh raksasa Bitcoin Strategy dan salah satu pendiri Strategy Michael Saylor, yang mulai secara agresif mengakumulasi BTC pada 2020.

Meskipun perusahaan telah secara agresif dan konsisten menambahkan BTC hampir setiap minggu dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tidak menambah kepemilikannya minggu lalu di tengah pengawasan terhadap penawaran saham preferennya, STRC, yang jatuh ke titik terendah baru pada Jumat.

Sebaliknya, perusahaan menyetujui rencana untuk menjual Bitcoin senilai hingga US$ 1,25 miliar atau Rp 22,3 triliun untuk membangun cadangan kas guna membiayai pembayaran dividen.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya