Liputan6.com, Jember: Sebuah lokasi pemakaman yang dianggap keramat di Desa Keputih, Kecamatan Mayang, Jember, Jawa Timur, ditutup Tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jember, baru-baru ini. Penutupan lokasi makam yang dipimpin oleh Kepala Satuan Resimen Kriminal Ajun Komisaris Besar Polisi Dwi Radiansyah lantaran muncul isu tentang jamur "sakti" yang tumbuh di atas sebuah makam. Jamur ini dipercaya warga setempat mampu mengobati segala macam penyakit.
Polisi kemudian membawa contoh jamur untuk diteliti di laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Menurut staf Fakultas MIPA Universitas Jember Imran Rasyidi, jamur ini adalah jenis jamur kayu yang mampu tumbuh hingga berbulan-bulan di tempat tertutup.
Penutupan lokasi makam ini mendapat sambutan baik dari sejumlah tokoh masyarakat. Para tokoh masyarakat itu khawatir, warga akan semakin mengkultuskan makam dan jamur tersebut. Maklumlah, setiap hari, ratusan hingga ribuan warga selalu datang ke lokasi pemakaman itu dengan berbagai tujuan. Bahkan di sekitar areal pemakaman, pedagang bermunculan memanfaatkan keramaian massa.(OZI/Agus Ainul Yaqin)
Polisi kemudian membawa contoh jamur untuk diteliti di laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Menurut staf Fakultas MIPA Universitas Jember Imran Rasyidi, jamur ini adalah jenis jamur kayu yang mampu tumbuh hingga berbulan-bulan di tempat tertutup.
Penutupan lokasi makam ini mendapat sambutan baik dari sejumlah tokoh masyarakat. Para tokoh masyarakat itu khawatir, warga akan semakin mengkultuskan makam dan jamur tersebut. Maklumlah, setiap hari, ratusan hingga ribuan warga selalu datang ke lokasi pemakaman itu dengan berbagai tujuan. Bahkan di sekitar areal pemakaman, pedagang bermunculan memanfaatkan keramaian massa.(OZI/Agus Ainul Yaqin)