Setelah melihat langsung di lapangan, mendengar dan berdialog dengan berbagai unsur yang terlibat penanganan erupsi Gunung Sinabung, Presiden SBY akhirnya menetapkan langkah dan kebijakan, solusi dan program untuk mengatasi erupsi Gunung Sinabung. Baik terhadap para pengungsi dan dampak letusannya.
"Pertama, sesuai analisis vulkanologi, kecenderungan erupsi menurun, tapi belum tahu pasti kapan berakhir. Kewaspadaan tetap dijaga. Bantuan kepada masyarakat di pengungsian terus ditingkatkan," sebut SBY dalam keterangan tertulis seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Jumat (24/1/2014).
Kedua, kebijakan jangka pendek 2 bulan ke depan --asumsi erupsi berhenti 2 bulan lagi-- dengan menyediakan bantuan logistik, kesehatan dan lain-lain bagi pengungsi. Yang akan dilanjutkan dan dikoordinasikan BNPB dibantu Pemda Karo, Pemprov Sumut, dan kementerian atau lembaga (K/L).
"Lalu untuk pendidikan akan diberikan beasiswa SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Tidak boleh ada yang drop out. Memberikan insentif cash for work (padat karya) kepada setiap kepala keluarga yang terdampak dan relokasi, bantuan bagi lahan perkebunan dan pertanian yang terganggu dengan tepat. Dan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan akan dilakukan penjadwalan ulang kredit lama, dapat meminjam kredit baru, dan menghapus bunga pinjaman yang lama," sebut SBY.
Ketiga, dilakukan kebijakan jangka menengah untuk 1-2 tahun dengan relokasi bagi warga yang bermukim di radius 3 km.
"Diperlukan lahan seluas 25 ha di daerah yang berjarak 5-7 km untuk pembangunan huntap (hunian tetap) bagi 1.000 KK. Saat ini sudah diperoleh areal 15 ha di daerah berjarak 5-7 km sehingga masih perlu dicari 10 ha lagi. Pemerintah sudah punya lahan tetapi jaraknya jauh dari areal pertanian," jelasnya.
Keempat, agar semua upaya, kebijakan dan program berjalan dengan baik, maka pengendalian dan penanganan dampak erupsi berada di bawah Kepala BNPB Syamsul Maarif, dibantu Kasdam Bukit Barisan Brigjen Handoko dan K/L. Bupati, Gubernur dan jajarannya harus menyukseskan semua.
"Kelima, penggunaan uang negara ratusan miliar agar dipergunakan dengan baik dan bertanggung jawab," demikian SBY. (Tnt/Sss)
Baca juga:
"Pertama, sesuai analisis vulkanologi, kecenderungan erupsi menurun, tapi belum tahu pasti kapan berakhir. Kewaspadaan tetap dijaga. Bantuan kepada masyarakat di pengungsian terus ditingkatkan," sebut SBY dalam keterangan tertulis seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Jumat (24/1/2014).
Kedua, kebijakan jangka pendek 2 bulan ke depan --asumsi erupsi berhenti 2 bulan lagi-- dengan menyediakan bantuan logistik, kesehatan dan lain-lain bagi pengungsi. Yang akan dilanjutkan dan dikoordinasikan BNPB dibantu Pemda Karo, Pemprov Sumut, dan kementerian atau lembaga (K/L).
"Lalu untuk pendidikan akan diberikan beasiswa SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Tidak boleh ada yang drop out. Memberikan insentif cash for work (padat karya) kepada setiap kepala keluarga yang terdampak dan relokasi, bantuan bagi lahan perkebunan dan pertanian yang terganggu dengan tepat. Dan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan akan dilakukan penjadwalan ulang kredit lama, dapat meminjam kredit baru, dan menghapus bunga pinjaman yang lama," sebut SBY.
Ketiga, dilakukan kebijakan jangka menengah untuk 1-2 tahun dengan relokasi bagi warga yang bermukim di radius 3 km.
"Diperlukan lahan seluas 25 ha di daerah yang berjarak 5-7 km untuk pembangunan huntap (hunian tetap) bagi 1.000 KK. Saat ini sudah diperoleh areal 15 ha di daerah berjarak 5-7 km sehingga masih perlu dicari 10 ha lagi. Pemerintah sudah punya lahan tetapi jaraknya jauh dari areal pertanian," jelasnya.
Keempat, agar semua upaya, kebijakan dan program berjalan dengan baik, maka pengendalian dan penanganan dampak erupsi berada di bawah Kepala BNPB Syamsul Maarif, dibantu Kasdam Bukit Barisan Brigjen Handoko dan K/L. Bupati, Gubernur dan jajarannya harus menyukseskan semua.
"Kelima, penggunaan uang negara ratusan miliar agar dipergunakan dengan baik dan bertanggung jawab," demikian SBY. (Tnt/Sss)
Baca juga:
Tenda Presiden Disebut Seharga Rp 15 M, SBY: Silakan DisyutingKunjungi Pengungsi Sinabung, SBY: Jangan Sampai Ada Korban JiwaSBY Janji Ganti Ladang Warga Sinabung yang Hancur
Advertisement