Perjuangan Abel Cantika Menyusui Anak Kedua, Terluka hingga Alami Tekanan Mental

Abel Cantika sempat mengira proses menyusui anak keduanya jauh lebih mudah dari anak sulungnya. Namun, ia keliru.

oleh M Altaf JauharDiterbitkan 29 Juni 2026, 13:00 WIB
Selebgram Abel Cantika berbagi pengalaman menjaga kesehatan dan kecantikan kulit. Beragam cara telah dicoba salah satunya diet ketat agar tubuh langsing. (Foto: Dok. Instagram @abellyc)

Liputan6.com, Jakarta - Momen menyusui yang menjadi momen hangat antara ibu dan anak, ternyata menyimpan berbagai tantangan yang tidak selalu diketahui publik. Influencer Abel Cantika membagikan pengalamannya dalam proses menyusui anak kedua.

Abel Cantika mengaku sempat mengira proses menyusui anak keduanya jauh lebih mudah karena telah memiliki pengalaman sebelumnya. Namun, kenyataannya justru berbeda.

"Waktu anak kedua lahir, saya pikir semuanya akan lebih gampang karena sudah punya pengalaman. Ternyata praktiknya jauh lebih sulit," ujar Abel Cantika di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (27/6/2026).

Meskipun telah mempersiapkan diri secara mental maupun perlengkapan menyusui, Abel tetap harus menghadapi rasa sakit yang cukup berat pada bulan-bulan pertama setelah melahirkan.

"Setiap sesi menyusui rasanya seperti harus menyiapkan diri menahan sakit. Tapi di sisi lain, bayi tetap harus minum," kenangnya.

Abel juga menyoroti fenomena di media sosial yang kerap membuat para ibu merasa harus memiliki stok ASI berlimpah. Menurutnya, keberhasilan menyusui bukan diukur dari banyaknya ASI yang tersimpan di freezer, melainkan dari kecukupan kebutuhan bayi dan kesehatan ibu.

 


Soroti Tren soal Stok ASI

Perjuangan Abel Cantika Menyusui Anak Kedua, Sempat Alami Luka hingga Tekanan Mental

"Banyak yang bangga freezer penuh ASI. Padahal oversupply juga tidak nyaman dan bisa menyakitkan. Yang terpenting sebenarnya bukan berlebih, tetapi cukup untuk kebutuhan bayi," ungkapnya.

Dari pengalaman tersebut, Abel menyimpulkan bahwa kenyamanan fisik dan kondisi psikologis ibu menjadi faktor penting dalam kelancaran proses laktasi. Karena itu, ia kini lebih selektif memilih alat bantu menyusui yang nyaman digunakan.

"Tidak harus hisapannya sakit untuk bisa efektif. Saat ibu nyaman, ASI biasanya keluar lebih lancar," katanya.


Kurangnya Edukasi soal Menyusui

Perjuangan Abel Cantika Menyusui Anak Kedua, Sempat Alami Luka hingga Tekanan Mental

Senada dengan Abel, Konselor Menyusui Desyntia Inten Dwi Lestari mengatakan bahwa sebagian besar ibu menyusui menghadapi tantangan serupa. Menurutnya, persoalan utama bukan semata produksi ASI, melainkan kurangnya edukasi mengenai teknik menyusui dan memompa ASI yang benar.

"Masalahnya bukan semata-mata produksi ASI, tetapi kurangnya edukasi tentang teknik menyusui dan pumping yang benar. Jangan menunggu sampai payudara terasa sangat penuh. Pengosongan secara rutin penting untuk menjaga produksi ASI tetap optimal," jelasnya.


Dukungan untuk Ibu dengan Peran Ganda

Menjawab kebutuhan Abel dan ibu menyusui lainnya yang memiliki mobilitas tinggi, TNP Group menghadirkan pompa ASI pintar, Momcozy Air 1, yang dirancang mendukung ibu modern tetap produktif tanpa mengorbankan proses menyusui

Dengan edukasi yang tepat serta perangkat yang mendukung, diharapkan semakin banyak ibu dapat menjalani proses laktasi dengan lebih nyaman.

"Banyak ibu yang harus memompa ASI di kantor, saat perjalanan, bahkan di ruang publik. Karena itu, perangkat harus ringan, senyap, dan diskret agar ibu tetap nyaman," ucap Brand Manager TNP Group, Hanindya Christina.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya