Aktivitas Gunung Awu Masih Tinggi

Kini gunung yang terletak 136 mil laut sebelah utara Manado ini sudah dalam status awas level empat. Lebih dari 18 ribu warga dari Kecamatan Tabukan Utara, Kecamatan Tahuna dan Kecamatan Kendahe sudah diungsikan.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Juni 2004, 23:29 WIB
Liputan6.com, Kabupaten Kepulauan Sangihe: Aktivitas Gunung Awu di Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tetap tinggi. Ledakan magmatik masih terdengar. Hujan debu pun terus terjadi. Kini gunung yang terletak 136 mil laut sebelah utara Kota Manado ini sudah dalam status awas level empat. Demikian informasi yang dirangkum SCTV, baru-baru ini.

Sejak dinyatakan status awas, Gunung Awu tercatat sudah empat meletus diiringi hujan debu, asap tebal dan loncatan larva. Sementara lebih dari 18 ribu warga dari Kecamatan Tabukan Utara, Kecamatan Tahuna dan Kecamatan Kendahe sudah diungsikan. Mereka ditampung di sejumlah gedung sekolah, balai desa, rumah ibadah dan rumah warga di Tahuna, Petta dan Ene Mawira.

Sedangkan ribuan warga lainnya memilih tetap bertahan. Mereka beralasan, kondisi genting itu tak akan berlangsung lama. Warga yakin aktivitas Gunung Awu segera mereda [baca: Gunung Awu Mengeluarkan Asap Panas].

Menurut catatan yang dihimpun SCTV, Gunung Awu sudah 16 kali meletus sejak 1604 dan menelan korban sekitar 8.000 jiwa. Letusan paling dahsyat terjadi pada 1711 dengan korban 3.000 orang tewas. Ketika itu lahar juga merendam Kerajaan Kendahe.

Pada 1856, Gunung Awu kembali meletus dan menewaskan lebih dari 2.800 jiwa. Gunung setinggi 1.320 meter dari atas permukaan laut ini juga meletus kembali pada 1892. Ketika itu sekitar 1.552 nyawa melayang. Terakhir, Gunung Awu meletus pada 1966 dan meminta 39 korban jiwa.(ICH/Aldrien Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya