7 Pakan Alternatif untuk Ikan Gurame, Strategi Beternak yang Bisa Menekan Biaya

Pakan alternatif untuk ikan gurame bisa menjadi solusi hemat biaya budidaya tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan ikan jika diberikan secara tepat dan teratur.

oleh Andre Kurniawan KristiDiterbitkan 26 Juni 2026, 07:30 WIB
Pakan Alternatif untuk Ikan Gurame (AI Generated)

Liputan6.com, Jakarta - Pakan alternatif menjadi salah satu pilihan yang semakin banyak digunakan oleh pembudidaya gurame karena biaya pakan komersial terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu, sehingga peternak perlu mencari cara agar usaha budidaya tetap menguntungkan tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan ikan yang dipelihara.

Selain membantu menghemat biaya produksi, penggunaan bahan pakan yang berasal dari lingkungan sekitar juga dapat memberikan keuntungan tambahan berupa kemudahan memperoleh bahan baku, terutama bagi peternak yang tinggal di daerah pedesaan dengan sumber daya alam yang masih melimpah dan mudah dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk gurame.

1. Daun-Daunan Hijau sebagai Sumber Pakan Alami

Pakan Alternatif untuk Ikan Gurame (AI Generated)

Gurame dikenal sebagai ikan yang memiliki kebiasaan memakan tumbuhan sehingga berbagai jenis daun hijau dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan tambahan yang murah dan mudah ditemukan di sekitar lingkungan budidaya. Daun-daunan juga mengandung serat yang membantu menjaga sistem pencernaan ikan tetap bekerja dengan baik selama masa pemeliharaan.

Jenis daun yang sering diberikan kepada gurame antara lain daun pepaya, daun singkong, daun talas, daun sente, dan daun lamtoro yang memiliki tekstur cukup lunak sehingga mudah dikonsumsi oleh ikan. Daun-daun tersebut biasanya diberikan dalam kondisi segar setelah dibersihkan untuk mengurangi risiko masuknya kotoran atau bahan yang tidak diinginkan ke dalam kolam.

Pakan alternatif berupa daun hijau sangat cocok digunakan sebagai pelengkap pakan utama karena ketersediaannya melimpah sepanjang tahun dan mampu membantu menekan pengeluaran harian peternak. Meski demikian, pemberiannya tetap perlu diimbangi dengan sumber nutrisi lain agar kebutuhan protein gurame tetap terpenuhi secara optimal.

2. Sayuran Segar untuk Menambah Variasi Nutrisi

Ciri-ciri Fermentasi Berhasil. Foto: Gemini

Selain daun-daunan, berbagai jenis sayuran segar juga dapat diberikan kepada gurame sebagai tambahan nutrisi yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kondisi tubuh ikan tetap sehat. Sayuran memiliki kandungan vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan kualitas pemeliharaan secara keseluruhan.

Kangkung menjadi salah satu sayuran yang paling sering digunakan karena mudah diperoleh dan sangat disukai oleh gurame, sementara bayam, sawi, genjer, serta timun juga dapat menjadi pilihan yang tidak kalah baik apabila diberikan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Sebelum diberikan, sayuran sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar terbebas dari sisa pestisida maupun kotoran yang menempel.

Pakan alternatif dari kelompok sayuran sangat membantu pembudidaya dalam menyediakan sumber makanan yang lebih beragam sehingga ikan tidak hanya bergantung pada satu jenis pakan saja. Variasi pakan yang baik biasanya akan memberikan dampak positif terhadap nafsu makan dan perkembangan ikan selama masa pembesaran.

3. Ampas Tahu dan Bungkil sebagai Sumber Protein Nabati

Racikan Silase Unggas Pedaging. Foto: Gemini

Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh gurame untuk menunjang pertumbuhan jaringan tubuh, sehingga peternak perlu menyediakan sumber protein tambahan selain yang berasal dari pakan pabrikan. Salah satu pilihan yang cukup populer adalah memanfaatkan limbah hasil pengolahan kedelai dan kelapa.

Ampas tahu memiliki kandungan nutrisi yang masih cukup baik untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan tambahan, sedangkan bungkil kedelai dan bungkil kelapa juga sering digunakan karena mengandung protein nabati yang cukup tinggi. Penggunaannya dapat dilakukan dengan mencampurkannya ke dalam pakan racikan atau mengolahnya terlebih dahulu agar lebih mudah dikonsumsi oleh ikan.

Pakan alternatif berbasis bahan nabati seperti ini banyak dipilih karena harganya relatif terjangkau dibandingkan bahan pakan berprotein tinggi lainnya. Dengan pengelolaan yang tepat, bahan-bahan tersebut mampu membantu meningkatkan efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan gurame yang dipelihara.

4. Cacing Tanah dan Serangga sebagai Pakan Bernutrisi Tinggi

Ternak Cacing Tanah di Ember (Image by Gemini AI)

Pada kondisi tertentu, gurame juga dapat memanfaatkan sumber makanan hewani yang kaya protein untuk membantu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kondisi tubuh ikan. Sumber protein hewani biasanya diberikan sebagai tambahan dan bukan sebagai pakan utama dalam budidaya gurame.

Cacing tanah menjadi salah satu pilihan yang cukup populer karena mudah dibudidayakan serta memiliki kandungan protein yang tinggi, sementara ulat hongkong, jangkrik, dan beberapa jenis larva serangga juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan yang bernilai tinggi. Bahan-bahan tersebut biasanya diberikan dalam jumlah terbatas sesuai ukuran dan umur ikan.

Pakan alternatif yang berasal dari kelompok hewani sering digunakan ketika peternak ingin meningkatkan laju pertumbuhan ikan pada fase tertentu. Kandungan protein yang tinggi membuat bahan ini mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mungkin belum sepenuhnya tercukupi dari sumber pakan lainnya.

5. Keong Mas dan Bekicot sebagai Pemanfaatan Hama

Ternak bekicot memakai wadah plastik. [Foto: Gemini]

Keong mas dan bekicot sering dianggap sebagai hama yang merugikan sektor pertanian karena dapat merusak tanaman budidaya, namun keduanya ternyata memiliki nilai ekonomi ketika dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan. Pemanfaatan bahan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk pengendalian hama yang cukup efektif.

Sebelum diberikan kepada gurame, keong maupun bekicot umumnya direbus terlebih dahulu untuk memudahkan proses pengambilan daging sekaligus mengurangi risiko kontaminasi organisme yang tidak diinginkan. Setelah itu, daging dapat dicincang menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah dimakan oleh ikan.

Pakan alternatif dari keong dan bekicot memiliki kandungan protein yang cukup baik sehingga dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi gurame. Selain murah, bahan ini juga banyak tersedia di daerah pertanian sehingga menjadi pilihan menarik bagi pembudidaya yang ingin menekan biaya operasional.

6. Dedak dan Limbah Pertanian yang Masih Bernilai

Cara Membuat Silase Pakan Ayam Kampung dari Limbah Pertanian Sekitar Rumah. (Foto: AI)

Limbah pertanian sering kali memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan pakan tambahan dalam kegiatan budidaya ikan gurame. Pemanfaatan limbah yang tepat tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi tetapi juga mendukung konsep usaha yang lebih ramah lingkungan.

Dedak halus merupakan salah satu bahan yang paling sering digunakan karena mudah diperoleh dan memiliki kandungan energi yang cukup baik untuk mendukung aktivitas ikan. Selain dedak, beberapa hasil samping pertanian lainnya juga dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan yang sesuai dengan kebutuhan budidaya.

Pakan alternatif yang berasal dari limbah pertanian sangat menarik karena ketersediaannya cukup stabil di berbagai daerah. Dengan formulasi yang tepat dan pemberian yang terkontrol, bahan ini dapat menjadi pelengkap yang efektif untuk mendukung pertumbuhan gurame secara berkelanjutan.

7. Pakan Fermentasi untuk Meningkatkan Efisiensi Nutrisi

Teknik fermentasi semakin banyak diterapkan dalam budidaya perikanan karena mampu meningkatkan kualitas bahan pakan yang sebelumnya memiliki nilai nutrisi lebih rendah. Proses fermentasi juga membantu memecah senyawa kompleks sehingga lebih mudah dicerna oleh ikan.

Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan pakan fermentasi antara lain dedak, ampas tahu, daun-daunan, serta tambahan probiotik yang berfungsi mempercepat proses fermentasi. Setelah proses selesai, bahan biasanya memiliki aroma khas yang justru dapat meningkatkan daya tarik pakan bagi ikan.

Pakan alternatif yang difermentasi sering dianggap lebih efisien karena tingkat pemanfaatan nutrisinya menjadi lebih baik dibandingkan bahan mentah biasa. Oleh sebab itu, banyak pembudidaya mulai mengembangkan pakan fermentasi sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas budidaya gurame.

Pentingnya Mengombinasikan Berbagai Jenis Pakan

Tips ternak ikan gurame di pekarangan rumah tanpa pompa besar salah satu terpenting pakai kolam terpal (Gemini AI)

Setiap jenis bahan pakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga penggunaan satu bahan saja sering kali tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi gurame secara lengkap. Karena alasan tersebut, peternak dianjurkan untuk mengombinasikan beberapa jenis pakan dalam satu sistem pemberian yang seimbang.

Kombinasi antara daun hijau, sayuran, protein nabati, dan protein hewani dapat membantu menciptakan pola makan yang lebih lengkap sehingga pertumbuhan ikan berlangsung lebih optimal. Selain itu, variasi pakan juga dapat mengurangi risiko ikan mengalami kebosanan yang berpengaruh terhadap nafsu makan.

Pakan alternatif akan memberikan hasil terbaik apabila digunakan sebagai bagian dari strategi pemberian pakan yang terencana dan disesuaikan dengan kebutuhan ikan pada setiap fase pertumbuhannya. Dengan pendekatan yang tepat, peternak dapat memperoleh pertumbuhan yang baik sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pakan Alternatif untuk Ikan Gurame

1. Apakah gurame bisa makan daun singkong?

Ya, daun singkong termasuk pakan tambahan yang cukup disukai gurame.

 

2. Apakah ampas tahu aman untuk gurame?

Aman, asalkan masih segar dan diberikan dalam jumlah yang sesuai.

 

3. Berapa kali pakan alternatif diberikan?

Umumnya dapat diberikan sebagai pelengkap pakan utama satu hingga dua kali sehari.

 

4. Apakah keong mas bisa diberikan langsung?

Sebaiknya direbus dan dicincang terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ikan.

 

5. Apakah pakan fermentasi lebih baik dari bahan mentah?

Dalam banyak kasus, pakan fermentasi lebih mudah dicerna dan memiliki pemanfaatan nutrisi yang lebih baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya