Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait harga BBM terus bermunculan di tengah masyarakat, memicu kebingungan dan keresahan. Klaim-klaim menyesatkan ini sering kali menyebar melalui platform media sosial, berpotensi mengganggu stabilitas dan memengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan energi nasional.
Hoaks yang beredar mengambil berbagai bentuk, mulai dari unggahan media sosial yang memanipulasi informasi, klaim penurunan atau kenaikan harga secara drastis, hingga tautan palsu program bantuan. Penyebaran informasi yang tidak akurat ini kerap memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menciptakan narasi sensasional.
Advertisement
Guna menangkal disinformasi, Cek Fakta Liputan6.com pun telah melakukan penelusuran pada informasi yang viral dengan hasil terungkap sejumlah hoaks. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima, serta mengetahui hoaks yang beredar.
Berikut kumpulan hoaks terkait harga BBM hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Bahlil Keluarkan Pernyataan Pertamax Jadi Rp 10.500
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 17 Juni 2026.
Klaim Bahlil keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun, berupa tulisan sebagai berikut.
"Bahlil tegas sebutkan bahwa Pertamax menjadi Rp.10.500 perliter mulai besok karena harga minyak dunia mulai turun"
Foto Bahlil yang di dalamnya terdapat tulisan berikut.
"Bahlil Menegaskan Pertamax Menjadi Rp 10.500 per Liter Mulai Besok Karena Harga Minyak Dunia Mulai Turun"
Benarkah klaim Bahlil keluarkan pernyataan harga Pertamax jadi Rp 10.500 per liter karena minyak dunia turun? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
Menkeu Purbaya Sebut Harga Pertalite Sebenarnya Rp 4.000 per Liter
Beredar di media sosial postingan klaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan harga pertalite sebenarnya hanya Rp 4.000 per liter. Postingan itu beredar di salah satu akun Facebook pada 16 Oktober 2025.
Berikut isi unggahannya:
"Harga Pertalite sebenarnya kata Menkeu Purbaya itu hanya 4 ribu rupiah/liter....dijual Rp 10 rb gak turun2...terus kelebihan Rp6 ribu nguap di kemana....?? Usut tuntas."
Postingan ini menyertakan poster dengan wajah Menkeu Purbaya dengan narasi sebagai berikut:
"PRESIDEN PRABOWO MEMBENTUK TIM AUDIT SUBSIDI BBM
HARGA DASAR PERTALITE ADALAH RP 4000"
Benarkah klaim Menkeu Purbaya menyatakan harga pertalite sebenarnya hanya Rp 4.000 per liter? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Artikel Jubir ESDM Minta Masyarakat Pakai Solar Saat Pertamax Naik Harga
Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya Threads. Akun itu mempostingnya pada 14 Juni 2026.
Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel berjudul:
"Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?"
Akun itu menambahkan narasi:
"Uang pajakmu yang semakin mencekik itu, selain dikorupsi juga buat menggaji orang-orang kualitas rendahan seperti ini".
Lalu benarkah postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga? Simak dalam artikel berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.