Kisah aktor Tom Hanks yang hidup di laut dengan sebuah rakit dalam film 'Castaway' menjadi kenyataan. Seorang pria Taiwan bernama Tseng Lien yang mengalaminya.
Seperti dilansir dari Newser yang dikutip Liputan6.com, Kamis (9/1/2014), pria berusia 42 tahun itu dihantam gelombang besar saat sedang memancing untuk mencari bayi-bayi belut laut.
"Aku berhasil bertahan ketika gelombang pertama menghantamku, tapi aku kewalahan oleh gelombang kedua yang lebih besar," tutur Tseng Lien kepada media lokal.
Tim penyelamat menemukan dia di pantai pada Minggu 5 Januari, sejauh 46 mil dari tempat dia hanyut pada hari Jumat 3 Januari. Dia meraih ke sepotong kayu yang bentuknya aneh. Ternyata, kayu itu adalah tutup peti mati yang mengambang.
Tanpa pikir panjang, Tseng yang tak bisa berenang langsung bergantung pada peti mati itu. Dan ajaib ia pun selamat.
"Ia kemudian menggantung dan berpegangan erat di atas kayu itu, dan pasrah ke mana air laut membawanya pergi," tulis media-media lokal setempat.
"Saat kakiku menyentuh pasir, aku merasa santai dan pasrah dengan dorongan ombak ke pantai," ucap Tseng kepada BBC.
Meskipun dua hari tanpa makanan atau air, Tseng hanya mengalami sedikit dehidrasi, dengan luka dari air asin tersebut.
"Mengingat fakta bahwa ia tidak makanan atau minum saat hanyut di laut selama 60 jam dan tetap sadar. Hal itu bisa dikatakan sebuah keajaiban," jelas dokter yang merawat Tseng.
Trauma dengan kejadian itu, Tseng kini telah berjanji tunangannya yang akan melahirkan bulan depan bahwa dirinya tak akan kembali memancing. (Tnt/Mut)
Baca juga:
Dermaga di Pelabuhan Parepare Ambruk, Sejumlah Orang Hilang
Berenang di Air Mancur Istiqlal, 2 Bocah Tenggelam
Serunya `Ngubek` di Pulau Sangalaki
Seperti dilansir dari Newser yang dikutip Liputan6.com, Kamis (9/1/2014), pria berusia 42 tahun itu dihantam gelombang besar saat sedang memancing untuk mencari bayi-bayi belut laut.
"Aku berhasil bertahan ketika gelombang pertama menghantamku, tapi aku kewalahan oleh gelombang kedua yang lebih besar," tutur Tseng Lien kepada media lokal.
Tim penyelamat menemukan dia di pantai pada Minggu 5 Januari, sejauh 46 mil dari tempat dia hanyut pada hari Jumat 3 Januari. Dia meraih ke sepotong kayu yang bentuknya aneh. Ternyata, kayu itu adalah tutup peti mati yang mengambang.
Tanpa pikir panjang, Tseng yang tak bisa berenang langsung bergantung pada peti mati itu. Dan ajaib ia pun selamat.
"Ia kemudian menggantung dan berpegangan erat di atas kayu itu, dan pasrah ke mana air laut membawanya pergi," tulis media-media lokal setempat.
"Saat kakiku menyentuh pasir, aku merasa santai dan pasrah dengan dorongan ombak ke pantai," ucap Tseng kepada BBC.
Meskipun dua hari tanpa makanan atau air, Tseng hanya mengalami sedikit dehidrasi, dengan luka dari air asin tersebut.
"Mengingat fakta bahwa ia tidak makanan atau minum saat hanyut di laut selama 60 jam dan tetap sadar. Hal itu bisa dikatakan sebuah keajaiban," jelas dokter yang merawat Tseng.
Trauma dengan kejadian itu, Tseng kini telah berjanji tunangannya yang akan melahirkan bulan depan bahwa dirinya tak akan kembali memancing. (Tnt/Mut)
Baca juga:
Dermaga di Pelabuhan Parepare Ambruk, Sejumlah Orang Hilang
Berenang di Air Mancur Istiqlal, 2 Bocah Tenggelam
Serunya `Ngubek` di Pulau Sangalaki