Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Rabu, (24/6/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang beragam di tengah investor menilai, apakah pemulihan saham teknologi dapat menstabilkan sentimen. Hal ini setelah aksi jual tajam di wall street memicu kerugian besar.
Mengutip CNBC, Rabu, (24/6/2026), indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,2%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 2% setelah mencatat koreksi 10% sebelumnya. Di Australia, indeks ASX200 mendatar.
Advertisement
Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 23.498, lebih tinggi dari penutupan terakhir di indeks 23.336,28.
Investor menjual saham-saham yang terkait dengan semikonduktor pada perdagangan Selasa pekan ini. ETF semikonduktor VanEck turun 7%. Sementara itu, saham Intel melemah 6% dan Qualcomm susut 8%.
Pelaku pasar beralih ke saham-saham yang lebih defensif, mengangkat saham Walmart hampir 2%. Selain itu, saham IBM bertambah 5%.
“Argumen seputar posisi teknikal yang lelah mungkin benar, tetapi saya melani, mungkin ada beberapa risiko fundamental yang juga muncul,” ujar Head of Market Research and Strategy Morgan Stanley Wealth Management, Dan Skelly.
“Kita telah mendengar tentang perang harga di antara beberapa pembuat model, kita telah mendengar tentang harga sewa GPU lama yang mulai menurun, dan kita juga telah melihat perubahan nada dari Microsoft, yang memimpin peluncuran AI tiga tahun lalu dengan ChatGPT dan kemitraan dengan OpenAI,” ia menambahkan.
Ia mengatakan, Microsoft sekarang berbicara mengenai perubahan arah strategis untuk model berbiaya lebih rendah.
Di sisi lain, kontrak berjangka saham Amerika Serikat mendatar pada Selasa malam. Hal ini seiring pelaku pasar menantikan rilis laporan keuangan Micron Technology.
Bursa Saham AS
Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 turun kurang dari 0,1%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 45 poin, atau sekitar 0,1%.
Saham Micron dan Sandisk sama-sama naik sekitar 1% setelah jam kerja reguler. Kedua saham perusahaan memori tersebut anjlok 13% pada sesi reguler. ETF Roundhill Memory (DRAM), yang turun 14% pada sesi reguler, naik 2%.
Alphabet juga diperdagangkan sedikit lebih tinggi setelah S&P Global mengatakan perusahaan induk Google akan bergabung dengan Dow Jones yang terdiri dari 30 saham menjelang perdagangan Senin depan.
Penurunan tajam di sektor teknologi menyeret S&P 500 dan Nasdaq Composite yang didominasi teknologi turun pada Selasa, dengan rata-rata masing-masing kehilangan 1,44% dan 2,21%. Indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi saham-saham unggulan turun 45,87 poin, atau 0,09%.