Liputan6.com, Jakarta - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad ini menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) dengan melepas 2,52 miliar saham ke publik.
Mengutip laman e-ipo, Selasa (23/6/2026), perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha media dan hiburan, pengelolaan IP, serta perusahaan holding ini melepas saham ke publik setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Perseroan menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp 135-Rp 170 per saham. Dengan kisaran harga itu,dana IPO yang dibidik mencapai Rp 340,87 miliar-Rp 429,25 miliar.
Advertisement
Untuk menggelar IPO, perseroan telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Perseroan melakukan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 23 Juni-25 Juni 2026.
Di laman e-ipo disebutkan, Rans Entertainmen Indonesia bergerak di sektor consumer cyclicals dengan subsector entertainment dan movie production.
Perseroan bernama PT RNR Film Internasional saat didirikan. Nama perseroan berubah menjadi PT Rans Entertainmen Indonesia efektif pada 7 Juli 2021.
Perseroan menjalankan kegiatan usaha dalam suatu ekosistem media, hiburan, Intellectual Property (IP), event, serta bisnis pendukung, yang dikelola secara terintegrasi melalui entitas anak dan penyertaan strategis.
Model usaha Perseroan dikembangkan sebagai platform entertainment berbasis IP dan distribusi audiens, di mana setiap lini usaha tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dan memperkuat dalam proses penciptaan nilai ekonomi.
Berawal dari Garasi, RANS Entertainmen Kini Punya Valuasi Rp 3 Triliun
Sebelumnya, Founder RANS Entertainment, Raffi Ahmad menyebut saat ini RANS memiliki valuasi sekitar Rp 3 triliun. Angka tersebut merupakan perhitungan dari pihak lain yang berpotensi bergabung dengan RANS.
"RANS itu sekarang value nya sudah Rp 3 triliun, valuasi nya bukan duitnya," kata Raffi dalam kanal YouTube Noice, ditulis Sabtu (28/1/2023).
Raffi menceritakan, RANS Entertainment awalnya hanya dikendalikan oleh tiga orang dan beroperasi di garasi alias belum memiliki kantor sendiri.
"Jadi RANS ini dari cuma di garasi doang, cuma tiga orang sekarang hampir Rp 3 triliun valuasi nya, bukan duitnya," kata dia.
Sosok ayah Rafathar ini mengatakan, pada dasarnya setiap perusahaan memiliki cara masing-masing untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Salah satu cara perusahaan untuk berkembang adalah melalui IPO di pasar modal, sebab dengan IPO perusahaan akan mendapatkan dana segar dari masyarakat untuk ekspansi.
"Alhamdulillah guys RANS mau menuju IPO, RANS itu bayangin dari garasi doang. Siapa yang enggak pengen go to market, to publik, IPO enggak IPO semua punya jalan masing-masing," kata Raffi.
Raffi menegaskan, perhitungan valuasi Rp 3 triliun tidak dilakukan oleh pihak RANS sendiri. Namun, ada beberapa pihak yang akan masuk ke RANS sekaligus menaksir valuasi perusahaan tersebut.
"Kemarin ada beberapa yang sudah masuk ke kita dengan value segitu," kata dia.
Rencana IPO
Sebelumnya, RANS Entertainment berpotensi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023.
"Doakan saja, tahun depan Insya Allah (IPO), sekarang kita berupaya dulu," Founder RANS Entertainment, Raffi Ahmad kepada awak media, Rabu (12/10/2022).
Selain itu, Raffi Ahmad juga mengatakan, RANS melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, salah satunya mencoba membuka unit baru non-media.
"Kita coba buka dengan unit-unit baru, non medianya, ada beberapa yang non media food and beverage (FnB), fast moving consumer goods (FMCG), lifestyle. Jadi kita berupaya untuk mengembangkan kesana," kata Raffi Ahmad.