Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Lautan Cinta Episode Senin 22 Juni Pukul 18.18 WIB mengisahkan, kehidupan Aidan yang sederhana kembali dibayangi masa lalu yang menyakitkan. Pemuda yang tinggal bersama ibunya, Ninik, di sebuah paviliun kecil di belakang kediaman keluarga Miranda itu terbangun dari mimpi buruk yang telah lama menghantuinya. Dalam mimpinya, ia kembali menyaksikan peristiwa dahsyat Tsunami Aceh 2004, tragedi yang merenggut kebersamaan keluarganya. Saat itu, sang ayah, Bagas, dan adiknya, Alfa, hilang tersapu gelombang besar dan tak pernah ditemukan. Meski dua dekade telah berlalu, luka kehilangan tersebut masih membekas dalam hati Aidan. Berbeda dengan dirinya, Ninik tetap menyimpan harapan bahwa suami dan anaknya masih hidup. Keyakinan itu semakin kuat karena hari tersebut bertepatan dengan ulang tahun Alfa.
Tanpa diketahui Aidan dan Ninik, Alfa sebenarnya masih hidup. Ia kini menjalani kehidupan baru dengan identitas Satria, putra angkat dari pasangan kaya raya, Rima dan Yana. Nasib telah membawanya jauh dari keluarga kandung yang selama ini mencarinya.
Advertisement
Sementara itu, suasana pagi di rumah keluarga Miranda terlihat mewah dan berkelas, tetapi menyimpan ketegangan yang tak terlihat. Jingga, putri kedua keluarga tersebut, tampil anggun mengenakan gaun yang diberikan oleh Selina, kakak angkatnya. Penampilannya membuat Aidan tak mampu menyembunyikan kekagumannya. Selina yang sangat menyayangi Jingga terus memberikan dukungan agar sang adik percaya diri menghadiri pameran lukisan kampus yang sangat penting baginya.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Kehadiran Miranda langsung mengubah suasana menjadi tegang. Dengan nada tajam dan penuh amarah, Miranda merendahkan penampilan Jingga. Bahkan, ia merobek undangan pameran lukisan milik putrinya dan melarangnya melukis lagi. Perlakuan tersebut memicu pertengkaran besar antara keduanya. Untuk pertama kalinya, Jingga berani mempertanyakan alasan di balik kebencian Miranda yang selama ini terus ia rasakan.
Jawaban atas pertanyaan itu terungkap melalui kilas balik masa lalu. Miranda ternyata menyimpan luka mendalam akibat pengkhianatan suaminya, Nadir, yang menjalin hubungan dengan Widya hingga lahirlah Jingga. Saat bencana gempa Yogyakarta terjadi, Nadir yang berada di ambang kematian memohon kepada Miranda agar merawat anak tersebut. Sejak saat itu, Miranda memang membesarkan Jingga, tetapi bukan dengan kasih sayang seorang ibu. Ia merawatnya sambil memendam rasa sakit, kecewa, dan penolakan yang terus membayangi hubungan mereka hingga sekarang.