Event Nasional di Manokwari, Tokoh Imbau Warga Tertib Beraspirasi

Masyarakat Papua Barat diimbau menunda aksi demo demi menjaga kondusivitas dan menyukseskan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari.

oleh Tim NewsDiterbitkan 21 Juni 2026, 10:03 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Kick Off Pesparawi XIV di Kemenag, Jakarta, Selasa (2/6/2026) (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan berdemonstrasi tetap dijamin oleh undang-undang. Kendati demikian, seluruh elemen masyarakat di Papua Barat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban umum serta stabilitas keamanan, terlebih saat dibukanya Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari.

Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di daerah.

Menurutnya, situasi yang kondusif selama acara nasional berlangsung merupakan tanggung jawab bersama.

Meskipun penyampaian aspirasi dijamin undang-undang, Orgenes berharap pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepentingan umum dan ketertiban sosial.

“Jangan sampai ada yang melakukan aksi demo selama agenda ini berlangsung. Semua sudah selesai dulu, baru melakukan aksi demo silakan. Itu dijamin oleh undang-undang, tetapi untuk beberapa hari ke depan mari kita fokus menyukseskan Pesparawi,” tegas Orgenes.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk turut serta menjaga suasana tetap aman dan damai di Papua Barat.

“Semua yang datang ke sini harus datang dengan senyum dan pulang dengan senyum. Mari kita buktikan bahwa Manokwari sebagai pusat Kota Injil dapat kita gambarkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap yang ramah, aman, dan damai,” ujarnya.

 

Tak ada Larangan Penyampaian Pendapat di Muka Umum

Senada dengan hal tersebut, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menegaskan bahwa kepolisian tidak melarang aksi penyampaian pendapat di muka umum. Namun, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat luas.

Pihak kepolisian mencatat terdapat sejumlah isu yang berkembang di Papua dan berpotensi menjadi tema aksi kelompok tertentu. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan demi memastikan situasi tetap kondusif.

“Memang ada rencana aksi demo yang akan dilaksanakan, tetapi kita berupaya melakukan pendekatan supaya aksi-aksi ini dikemas dengan baik dan tidak mengganggu ketertiban umum,” kata Alfred.

Alfred menegaskan kepolisian tetap menghormati hak konstitusional warga. Namun, sebagai tuan rumah ajang nasional, ia mengajak semua pihak untuk menghormati kondisi daerah.

“Dalam rangka ini, kita berharap aksi-aksi turun ke jalan tidak ada. Kita tidak melarang, tetapi kita berharap mereka menghormati event nasional yang saat ini kita selenggarakan sebagai tuan rumah,” pungkasnya.

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya