Belgia vs Iran: The Red Devils Waspadai Motivasi Berlipat Sang Wakil Asia!

Timnas Iran dinilai akan jadi batu sandungan bagi Belgia.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 21 Juni 2026, 12:03 WIB
Hamza Abdelkarim dari Mesir dihalangi oleh Nathan Ngoy dari Belgia selama pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Mesir di Stadion Seattle pada 16 Juni 2026 di Seattle, Washington. (Fran Santiago/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Belgia mewaspadai motivasi tinggi yang akan dibawa Iran saat kedua tim berhadapan pada laga Grup G Piala Dunia 2026, Senin (21/6) dini hari nanti. Ia yakin wakil Asia itu bakal tampil dengan performa tinggi di laga ini.

Timnas Belgia akan memainkan pertandingan kedua grup G pada dini hari nanti. Mereka akan menjamu wakil AFC, Iran di Los Angeles Stadium, Inglewood.

Seperti yang sudah diketahui, Iran datang ke Piala Dunia 2026 dengan kondisi yang kalut. Negara mereka terlibat perang dengan tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat dan mereka sempat nyaris mundur dari kejuaraan ini.

Namun pada akhirnya Iran tetap berlaga di Piala Dunia 2026 dan pada dini hari nanti mereka akan berhadapan dengan Belgia. Pihak Belgia benar-benar waspada karena mereka tahu Iran akan tampil dengan all-out di laga ini.

Simak informasi selengkapnya di bawah ini.


Jadi Motivasi Ekstra

Ramin Rezaeian (23) dari Iran merayakan golnya bersama rekan-rekan setimnya setelah mencetak gol dalam pertandingan Grup G Piala Dunia antara Iran dan Selandia Baru di Inglewood, California, dekat Los Angeles, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Andre Penner)

Bek senior Belgia, Thomas Meunier, menilai lawannya memiliki dorongan emosional yang kuat untuk memberikan kebahagiaan bagi masyarakat negaranya di tengah situasi yang sedang sulit. Menurut Meunier, faktor tersebut dapat menjadi sumber motivasi tambahan bagi para pemain Iran di atas lapangan.

"Bagi kami, itu menjadi tantangan tersendiri," kata Meunier. Ia menambahkan bahwa rasa nasionalisme dan keinginan untuk membanggakan negara sering kali mampu meningkatkan performa seorang pemain.

"Saya membayangkan beberapa pemain Iran mungkin memiliki anggota keluarga yang terdampak oleh perang," ujarnya, merujuk pada konflik yang pecah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.


Harus Berikan yang Terbaik

Para pemain Timnas sBelgia mengikuti sesi latihan di kompleks pelatihan nasional mereka di Tubize pada 4 Juni 2026, menjelang turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA 2026. (BRUNO FAHY/Belga/AFP)

Di kubu Belgia, pelatih Rudi Garcia tetap optimistis meski timnya belum tampil maksimal saat bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada pertandingan pembuka. Menurutnya, kemampuan tim untuk bangkit setelah tertinggal menunjukkan bahwa Belgia memiliki karakter dan fleksibilitas taktik yang baik.

"Saat itu kami tidak berada dalam posisi yang tepat, tetapi kami mampu melakukan penyesuaian," jelas Garcia.

Baik Belgia maupun Iran sama-sama mengoleksi satu poin dari laga pertama. Iran sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru, sehingga pertandingan ini berpotensi menjadi penentu penting dalam persaingan menuju babak gugur.

Garcia juga mengakui bahwa dirinya harus cermat dalam mengelola skuad yang dihuni perpaduan pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang sedang berkembang.

"Kami harus berada dalam kondisi 100 persen jika ingin mengalahkan mereka besok," tegas pelatih asal Prancis tersebut.

Sumber: FIFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya